Menurut Handoko, metode tersebut justru memberikan dampak positif yang signifikan. Salah satu hasil utamanya adalah berkurangnya kepekatan asap secara cepat sehingga jarak pandang (visibilitas) meningkat.
Peningkatan visibilitas tersebut dinilai sangat penting untuk menunjang keselamatan di berbagai sektor transportasi, mulai dari penerbangan hingga pelayaran. Selain memperbaiki jarak pandang, operasi modifikasi cuaca ini juga disebut berhasil menekan kadar polutan berbahaya secara drastis, khususnya partikel halus PM2,5.
"PM2,5 menurun sangat drastis, dengan adanya operasi ini maka udara menjadi lebih bersih, ya, kesehatan masyarakat juga menjadi lebih baik," tuturnya.
Soal waktu yang dibutuhkan hingga dampak operasi modifikasi cuaca menggunakan dry ice mulai terlihat, Handoko mengatakan tidak ada durasi pasti karena hasilnya bergantung pada tingkat kepekatan asap.
"Biasanya dalam kurun waktu 1 jam sesudahnya atau kadang-kadang malah setengah jam sesudahnya, itu hasilnya mulai terasa, ya. Jadi setelah selesai penyemaian dengan dry ice, biasanya 30 menit kemudian, 1 jam kemudian, mulai terjadi proses pengangkatan asap, partikel-partikel asap," pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.