JAKARTA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat lonjakan jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menjadi 338 titik. Peningkatan paling signifikan terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang mencapai 85 titik, berdasarkan pemantauan hingga Kamis (5/11/2026) pukul 21.00 WIB.
Jumlah tersebut meningkat 123 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 215 hotspot. Sementara di enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, jumlah hotspot naik dari 41 menjadi 86 titik.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, mengatakan peningkatan tersebut menjadi perhatian dalam penguatan penanganan karhutla, terutama di wilayah Kalimantan Tengah.
Peningkatan hotspot di Kalteng tercatat dari 37 menjadi 85 titik. Adapun Kalimantan Selatan terdeteksi satu hotspot. Sementara Jambi, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Riau nihil hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.
"Jumlah hotspot tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar. Seluruh indikasi tetap harus diverifikasi langsung di lapangan," ujar Ristianto dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).
Berdasarkan laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut pada 5 November, pemadaman masih berlangsung di Tanjung Taruna dan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
Di Tanjung Taruna masih ditemukan banyak kepulan asap, sedangkan api di Jabiren belum sepenuhnya padam. Kedua lokasi tersebut merupakan lahan gambut dengan tipe kebakaran permukaan dan bawah.