SURABAYA - Bagi Sebagian orang, menjadi gubernur merupakan prestasi membanggakan. Artinya, dia menjadi raja di daerah yang dipimpinnya. Namun menjadi gubernur tidak membuat mantan orang nomor satu di DKI Jakarta, Sutiyoso, meresakan hati serupa.
Lalu, prestasi terbesar apa yang membuat Sutiyoso bangga ketika menjadi gubernur DKI? Ternyata, ada sisi lain yang membanggakan ketika dirinya menduduki kursi gubernur DKI selama dua periode atau sepuluh tahun menjadi gubernur DKI.
Dengan enteng, Bang Yos, sapaan Sutiyoso mengklaim prestasinya sama dengan mantan Presiden Soeharto. Kemudian, dimana kesamaan prestasi keduanya itu?
Sutiyo ketika menjadi pembicara dalam simposium nasional soal transportasi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, jumat (2/11/2007) mengatakan, dirinya mengalami lima pergantian presiden Indonesia.
Ya, dia mengemban jabatan sebagai gubernur DKI mulai 6 Oktober 1997 hingga 7 Oktober 2007. Sementara, Soehato lengser dari jabatannya pada 21 Mei 1998. Posisi Soeharto diteruskan BJ Habibie (21 Mei 1998-20 Oktober 1999). Kemudian, KH Abdurrahman Wahid/Gus Dur terpilih menjadi presiden (20 Oktober 1999-23 Juli 2001), sebelum digantikan Megawati Soekarnoputri (23 Juli 2001-20 Oktober 2004). Mula 2004 hingga saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden dan sempat dirasakan Sutiyoso.
"Moderator kurang mengenalkan prestasi saya. Jika mantan Presiden Soeharto bisa mengganti lima Gubernur DKI, maka saya mengalami lima kali pergantian Presiden," kata Sutiyoso disambut tawa para peserta.
Selain itu, prestasi Sutiyoso yang membanggakan lainnya adalah pernah didemo sebanyak 4 ribu kali selama berkantor di Balaikota DKI Jakarta.
(Fetra Hariandja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari