Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PAN Jabar Ikutkan Polling Pelamar Cagub Terakhir

Robby Sanjaya , Jurnalis-Minggu, 04 November 2007 |05:30 WIB
PAN Jabar Ikutkan Polling Pelamar Cagub Terakhir
A
A
A

BANDUNG - DPW PAN Jabar akan mengikutsertakan kandidat calon gubernur (cagub) yang mengajukan lamaran belakangan pascaverifikasi awal 4 bakal calon ((balon) yang lolos pada pekan lalu.

Namun pihak partai berlambang matahari ini enggan mengemukakan nama-nama cagub yang mengajukan lamaran. Alasannya, diluar 4 balon yang lolos sementara (Dadang Garnida, Dede Yusuf, Amung Ma'mun, dan Dedi Djamulin Malik) kewenangan ada di DPP PAN.

Ketua Tim Pilkada PAN Jabar, Nur Ismail mengatakan, pihaknya tetap akan memproses 4 balon yang sudah lolos tahap awal. Mereka akan menjalani polling atau survei dan akan disosialisasikan ke seluruh daerah di Jabar.

"Namun ada beberapa nama yang melamar belakangan sebagai cagub ke PAN paska verifikasi awal. Kita hanya akan mengikutsertakan pelamar cagub yang baru dalam polling nanti," ujar Ismail di Bandung, Sabtu (3/11/2007).

Ismail menegaskan, hanya saja hasilnya bukan kewenangan DPW PAN Jabar tetapi ada di DPP pusat. DPW sendiri tetap berkomitmen pada 4 nama balon yang ada. Bagaimana pun, pencitraan yang dibutuhkan PAN Jabar dari masyarakat adalah sesuai dengan komitmen awal.

Menyinggung nama-nama baru cagub yang mengajukan lamaran ke PAN, Nur Ismail enggan berkomentar banyak.

"Kami pikir, kurang etis nama-nama itu disebutkan. Karena komitmen awal pihak DPW Jabar sesuai dengan hasil verifikasi awal bahwa 4 balon yang lolos dari 6-7 nama yang melamar," tegasnya.

Namun Nur Ismail menerangkan, memang sebelumnya ada wacana, obrolan atau diskusi dari 26 DPD PAN di daerah mencuatkan nama-nama lain.

Sementara mantan Kapolda Jabar, Komjen Pol (Purn) Dadang Garnida yang jadi salah satu dari 4 balon yang lolos berkomentar,  kewenangan ada di partai itu sendiri. Baik buruk proses yang diambil hanya PAN Jabar yang lebih tahu.

"Kita ini sekedar balon dan hanya penumpang saja. Segala keputusan yang diambil PAN Jabar harus dihargai. Mungkin ada penelitian tersendiri tetang kandidat-kandidat yang lebih bagus," katanya saat dihubungi kemarin malam.

Sedangkan balon Gubernur dari PAN lainnya,  DR Amung Ma'mun, berpendapat, sah-sah saja partai berkeinginan melakukan polling terhadap cagub yang melamar belakangan.

"Partisipasi calon lain tetap menjadi salah satu proses kedewasaan politik. Hanya yang dikhawatirkan, pada saat akhir akan ada muncul calon dadakan seperti siluman diluar komitmen awal," paparnya.

Bagimana pun kata dia, ajang Pilgub 2008 hanya merupakan bagian dari perjuangan PAN Jabar menuju pesta demokrasi akbar pada pemilihan presiden dan legislatif tahun 2009.

"PAN setidaknya harus belajar dari DPD Partai Golkar Jabar. Ketika pihak DPP sempat berwacana membuka pendaftaran balon gubernur. Namun DPD Golkar Jabar tetap berkomitmen pada acuan yang sudah ditetapkan," ungkap Dekan FPOK UPI Bandung ini.

Bagaimanan tegas Amung lagi, setiap proses kebijakan partai tetap akan berhadapan terhadap publik. Terutama pencitraan PAN dalam Pilpres atau pemilihan legislatif dua tahun nanti.

(Fetra Hariandja)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement