JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Kementrian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Menneg PDT) menjalin kerja sama untuk menangani daerah tertinggal. Kerja sama yang juga melibatkan Harian Seputar Indonesia (Sindo) dan Media Nusantara Citra (MNC) itu dimaksudkan memperlancar program pemberdayaan daerah tertinggal.
"Dengan adanya kerja sama ini bisa saling bantu dan meringankan beban. NU terbantu fasilitas dan legalitasnya, kementrian terbantu akses ke masyarakatnya," kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, saat acara penandatanganan MoU Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembagan Ekonomi Masyarakat di daerah Tertinggal, di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (20/11/2007).
Hasyim mengungkapkan, selama ini memang sebagian besar masyarakat tertingal adalah warga nahdliyin. Karena itu, jaringan NU perlu dipergunakan untuk menjangkau mereka. Keterlibatan Sindo dan jaringan media MNC akan sangat membantu untuk mensosialisasikan program.
"NU nunut (numpang) disiarkan dan medianya ikut terkenal, karena didengar warga NU. Sindo kalau diisi NU akan laris, tapi kalau sudah laris jangan lupa NU-nya," tuturnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam itu meminta agar PDT mengakomodir program pemberian kredit mikro bagi pedagang kakilima dan masyarakat kecil. Dia mencontohkan dengan diberi tambahan modal Rp2,5 juta saja pedagang kaki lima di daerah tertinggal bisa mengembangkan usahanya dan memperkerjakan tenaga kerja baru.
"Ini lebih sederhana dari pada kita muluk-muluk bicara investasi dan sebagainya," tukasnya.
Lebih lanjut Hasyim berpesan agar badan otonom NU yang terlibat dalam kegiatan nanti dapat menjaga manajemen dan akuntabilitas pemakaian bantuan dengan baik.
"Karena NU tidak punya apa-apa hanya nama baik, itu harus dijaga. Kalau bapak menteri jumpai hal yanh tidak beres jangan diboarkan saja," pesannya.
Meneg PDT Lukaman Edy mengungkapkan bahwa saat ini masih banyak daerah tertinggal yang perlu ditangani. Dia menjelaskan, NU dipilih untuk kerjasama karena jaringannya sangat luas di seluruh Indonesia.
"Kami sebelumnya juga telah ada kerjasama seperti dengan Fatayat NU, Muslimat NU, kali ini dirapikan dengan kerjasama dengan induknya yaitu PBNU," ungkapnya.
Lukman menjelaskan kegiatan nanti lebih banyak pada pembangunan ekonomi daerah tertinggal. Nantinya badan otonom dan jaringan NU akan membantu menjalankan program tersebut.
"Semoga MNC terus mensuport kegiatan Kementrian PDT dan PBNU," ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan MNC Tito Sulistiyo menyatakan pihaknya akan terus mensuport karena MNC punya misi yang sama dengan PDT dan PBNU dalam menangani daerah tertinggal. Dengan dukungan media diyakini akan memperlancar program tersebut.
"Koran Sindo juga telah mejadi salah satu koran besar. Ada juga jaringan radio MNC," paparnya.
Tito mengungkapkan sebelumnya Sindo dengan PBNU juga telah bekerjasama dalam mengumpulkan dana. Yaitu melalui lembaga Lazis NU.
Lebih lanjut Tito mengharapkan kerjasama seperti ini akan langgeng. "Kita memberi bantuan sebaiknya bukan hanya ad hoc karena bencana alam, tetapi semoga kerjasama seperti ini terus berlangsung," harapnya.
(Fetra Hariandja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari