Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bukti JPU Kurang Kuat, Sidang Bersihar Lubis Ditunda

Fatwa Amirullah , Jurnalis-Rabu, 12 Desember 2007 |13:23 WIB
Bukti JPU Kurang Kuat, Sidang Bersihar Lubis Ditunda
A
A
A

DEPOK - Kolumnis Bersihar Lubis meminta majelis hakim menunda persidangan atas dirinya. Hal itu dilakukan, karena bukti yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dinilai kurang kuat.

Hal itu disampaikan pihak Bersihar Lubis di hadapan Ketua Majelis Hakim Suwidyo dan JPU Tikyono, di Pengadilan Negeri (PN) Kelas II Depok, Kota Kembang, Depok, Jawa Barat, Rabu (12/12/2007).

Dalam sidang yang beragenda pembacaan duplik itu, akhirnya majelis hakim menunda hingga persidangan berikutnya. "Sidang akan dilanjutkan pada 9 Januari 2008 juga dengan agenda pembacaan duplik," ujar Suwidyo.

Penulis "Kisah Interogator yang Dungu" pada Koran Tempo edisi 17 Maret 2007 itu, akhirnya terancam pasal 27 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik. Tampaknya, tulisan tersebut menyinggung jaksa di Kejaksaan Agung, dan jaksa tersebut mengadukan Bersihar sebagai tindakan pencemaran nama baik.

Persidangan Bersihar tampaknya mengundang perhatian banyak kalangan. Selain puluhan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI), terlihat kehadiran dua tokoh yang mengisi acara parodi Republik Mimpi. Mega Karti dan Wakil Presiden Jarwo Kuat. Kedua bintang parodi yang menyerupai tokoh nasional itu turut memberikan dukungan kepada Bersihar Lubis.

Pada saat yang sama, Bersihar mengaku prihatin atas proses hukum yang menimpanya itu. "Dengan kasus saya ini, ada teman saya yang jadi gamang untuk menulis opini. Dia takut bernasib seperti saya," sesalnya.

(Ismoko Widjaja)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement