YOGYAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengakui, bangsa Indonesia saat ini masih menderita akibat imbas dari kerusakan hutan. Selain itu, para penikmat hutan bukanlah orang Indonesia melainkan warga asing.
Hal itu disampaikan Jusuf Kalla dalam sambutannya di acara Hutan Kemasyarakatan (Hkm) di lokasi acara desa Banyusoco, Klayen, Gunung Kidul, Yogyakarta, Sabtu (15/12/2007).
"Alat-alat berat perusak hutan itu kan datangnya dari luar, bukan dari Indonesia. Bahkan, yang menikmati juga mereka. Akhirnya kita tidak punya apa-apa," ujar JK, di hadapan Menteri Kehutanan MS Ka'ban, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, dan peserta lainnya.
Maka itu, Indonesia menurutnya memiliki andil besar dalam perbaikan iklim di dunia. Hamparan luas area hutan di Tanah Air merupakan, lanjut Ketua Umum Partai Golkar ini, merupakan bukti bahwa Indonesia memiliki peran besar di dunia.
Tak lupa, orang nomor dua di pemerintahan ini mengajak semua elemen baik dari pemerintah, LSM, akademisi serta semua komponen masyarkat untuk memadukan gerakan dalam rangka penghiajaun hutan di Indonesia.
Meski demikian, JK mengakui manajemen keuangan di negara ini memang sangat birokratif. Artinya, ada banyak uang bangsa ini terparkir di Bank Indonesia (BI), akan tetapi banyak juga hutan di negara ini yang masih gundul.
"Sehingga, hasilnya sering seperti yang kita lihat yakni, banjir dan tanah longsor," sindir JK.
Lokasi acara ini berada sekitar tujuh kilometer dari Jalan Raya Klayen. Pemukiman penduduk terdekat sejauh tiga kilometer dari lokasi acara JK.
(Ismoko Widjaja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari