Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PPP Bertekad Hijaukan Jakarta

Ahmad Baidowi , Jurnalis-Minggu, 06 Januari 2008 |20:26 WIB
PPP Bertekad Hijaukan Jakarta
A
A
A

JAKARTA- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bertekad menghijaukan kembali Jakarta yang mulai meredup. Tekad tersebut akan direalisasikan melalui gerakan "Rebut Jakarta" bersama kalangan ulama dan habaib.

Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali mengatakan, pihaknya telah menyatakan komitmen bersama para ulama dan habaib untuk kembali membangkitkan kejayaan PPP di ibukota. Karena itu, pihaknya menginstruksikan kepada DPW PPP DKI Jakarta melakukan konsolidasi secara serius menjelang Pemilu 2009.

"Di daerah pemilihan (Dapil) DKI Jakarta kita targetkan lima kursi untuk DPR. Sedangkan di DPRD DKI, kita targetkan 15 kursi," kata Suryadharma di hadapan 300 ulama dan habaib di sela-sela peringatan hari kelahiran (Harlah) PPP ke-35 di Jakarta, Minggu (6/1/2008).

Dalam kesempatan itu, Menteri Negara Koperasi (Menkop) dan UKM ini juga mengevaluasi kiprah partai berlambang kabah itu. Salah satu evaluasi yang dilakukan terkait militansi kader yang terus merosot. Menurut dia, daya juang kader PPP yang pada masa Orde Baru luar biasa gigih, militan, tulus dan siap mengorbankan apa saja demi PPP, telah berubah di era reformasi menjadi mentalitas yang berorientasi pada materi.

"Inilah yang membuat PPP lemah. Organisasi hanya bisa berjalan kalau ada uang dan jika tidak ada uang tidak jalan. Padahal pada masa lalu, ada atau tidak ada uang, program partai semua tetap jalan," ujarnya.

Karena itu, PPP perlu mengubah mentalitas kader dengan terus menggelorakan semangat pada kader dan meminta para ulama turut berperan mengubah mentalitas kader PPP. Hal lain yang perlu dilakukan yakni meningkatkan kualitas persyaratan calon anggota legislatif (caleg).

"Peningkatan persyaratan tersebut akan meningkatkan daya saing PPP," ucap mantan Ketua Umum PB PMII ini.

Sementara itu, Wasekjen DPP PPP Teuku Taufiqulhadi mengatakan, salah satu penyebab keterpurukan suara PPP di DKI Jakarta karena pendukung tradisionalis beralih mendukung partai-partai Islam ataupun partai berbasis umat Islam lainnya. Karena itu, dengan hanya mengandalkan pemilih tradisional, PPP tidak akan berkutik.

"PPP harus mengembangkan diri, jangan hanya terpaku pada pendukung fanatik. Kalangan profesional, intelektual dan kelompok yang selama ini belum tersentuh harus bisa digaet," ujar mantan aktivis HMI ini.

Pihaknya optimistis bisa berbuat banyak pada Pemilu 2009. Sebab, keberadaan PPP semakin diterima masyarakat. Bahkan, sejumlah figur publik tertarik dengan partai berlambang kakbah ini. "Beberapa ulama tekemuka, artis dan tokoh masyarakat memilih bergabung dengan kami. Ini menunjukkan perkembangan yang baik bagi PPP," kata dia.

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement