PURBALINGGA - Malang benar nasib yang diterima Rosi Agustiningsih (2,5), putri pasangan Sarikun (40)dan Darsini (38) ini. Bocah yang baru berusia dua setengah tahun ini, harus menderita tumor ganas di bagian matanya. Akibatnya, bagian mata rosi sebelah kanan membesar ke depan.
Besarnya daging yang tumbuh ini, membuat Rosi hanya bisa menahan sakit. Setiap hari Rosi harus digendong Darsini, ibunya. Pasalnya, jika ditidurkan Rosi selalu menangis tak kuat menahan sakit. Bahkan, sejak menderita tumor ganas ini, dirinya tak pernah bermain dengan teman sebayanya lagi.
Pertumbuhan tumor di mata Rosi ini, terbilang cepat. Tumor ganas di matanya ini, dialami sejak pertengan tahun 2007 lalu. Sebelumnya, Rosi tumbuh dengan mata normal. Namun, sejak ada gejala dan dioperasi di Rumah Sakit Sarjito Yogyakarta, tumor di mata Rosi semakin membesar.
Melihat kondisi yang diderita putrinya, membuat Sarikun dan Darsini, warga Rt 3 Rw 4, Desa Prigi, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga ini hanya bisa pasrah. Bapak Rosi yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan ini, tak bisa berbuat banyak akibat kondisi biaya. Akibatnya daging yang tumbuh di putrinya putrinya ini, yang semula kecil, kini semakin membesar.
"Sejak pulang dari operasi di Rumah Sakit Sarjito Yogyakarta kondisi mata anak saya semakin parah, saat ini saya sudah kehabisan biaya untuk pengobatan anak satu-satunya kami," ujar Darsini, ibu Rosi.
Kini, Sarikun dan Darsini hanya berharap, ada pihak yang ingin membantu meringankan beban yang diderita putrinya ini. Pasalnya, sejak menderita tumor, kedua orang tua Rosi baru memeriksakan putrinya ini sekali saja. Itupun, hanya setelah dioperasi di Rumah Sakit Sarjito Yogyakarta saja.
(Saladin Ayyubi/Global/ahm)