JAKARTA - Pemerintah DKI berencana untuk melakukan rehab total sejumlah bangunan sekolah yang rusak berat. Demikian bukan berarti kegiatan belajar mengajar langsung dihentikan di sekolah yang akan diperbaiki.
"Keadaan Gedung yang kerusakannya rawan, itu dikunci agar tidak dipergunakan. Sementara kegiatan belajar tetap dilakukan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI, Sylvianna Murni kepada okezone, Rabu (27/2/2008).
Untuk sebagian sekolah, penutupan tersebut, menurutnya hanya akan dilakukan secara lokal, di ruang-ruang belajar yang kondisinya memang sangat rawan ambruk.
"Hanya dikuci agar tidak digunakan karena rawan menimbulkan korban, itu lokal saja," tambahnya.
Sementara itu mengenai dana yang akan dialokasikan untuk perbaikan sekolah rusak di DKI, Sylvianna mengaku belum mengetahuinya. "Saya belum tahu kalau itu tanya dewan," ujarnya.
Sebanyak delapan gedung yang akan diperbaiki di antaranya SD 21 Kramat Jati, SD 5-8 Petamburan, SMP 220 Jakarta Barat, SMP 193 Jakarta Timur.
(fit)