JAKARTA - Indonesia harus meniru negara China yang bersikap tegas terhadap negara-negara maju. Karena negara-negara maju bersikap mendua dalam usaha membantu aset negara berkembang dan miskin yang lari ke negara maju.
"China adalah negara yang paling keras menyuarakan sikapnya. 'Kalau negara maju tidak mau membantu, kami akan jalan sendiri'" ujar Anggota Komisi Hukum Nasional Frans Hendra Winarta seraya menyitir pernyataan pemerintah China dalam suatu diskusi yang bertema 'Stolen Assets Recovery (Star) Initiative' di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (13/2/2008).
Posisi Indonesia saat ini cukup sulit. Di satu sisi Indonesia menginginkan bantuan negara-negara maju untuk mengembalikan aset Indonesia yang dilarikan ke luar negeri. Tapi di sisi lain, harus di ingat uang yang masuk ke negara maju, sebenarnya menguntungkan mereka.
Frans menuturkan, selama ini negara berkembang dan miskin yang tergabung dalam G-77 bersama China, sudah menyerukan agar negara maju menolong usaha pengembalian aset mereka tanpa syarat-syarat kondisional yang menyulitkan.
Tapi, sikap negara maju mendua meski resminya mereka berkata siap membantu 24 jam untuk melacak aset curian tersebut.
"Mungkin, China berani tegas karena dia tidak punya hutang di luar negeri. Beda dengan Indonesia yang banyak hutang," imbuh Frans seraya berkomentar bahwa bisa-bisa bantuan untuk Indonesia dihentikan bila bersikap keras.
Indonesia tidak bisa tegas seperti dulu lagi. Seperti di masa Soekarnao. "Kala itu Soekarno bisa berkata, go to hell with US. Kita bisa makan tahu tempe. Nah, sekarang tahu tempe saja mahal," sahutnya. (hri)
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.