Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tiga Siswa di Kediri Jawab Ujian di Penjara

Hari Tri Wasono , Jurnalis-Rabu, 23 April 2008 |01:35 WIB
Tiga Siswa di Kediri Jawab Ujian di Penjara
A
A
A

KEDIRI - Tiga siswa SMA/SMK di Kota Kediri terpaksa melaksanakan ujian nasional (Unas) di dalam penjara. Pasalnya, ketika pelajar tersebut tengah menjalani proses hukum akibat tindak kriminal yang dilakukan.

Meski tidak berada di tengah teman-temannya, ketiga pelajar tersebut tetap serius menyelesaikan ujian Bahasa Indonesia dan Matematika yang tengah diujikan.

Yohanes Adi, siswa SMA Katolik dan Raditya, siswa SMA Negeri 5 menjalani ujian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Kediri, sementara Suyanto, siswa SMK Al Huda menyelesaikan ujian di Mapolwil Kediri, Selasa (22/4/2008).

Saat ini Yohanes dan Raditya tengah menjalani masa hukuman akibat perbuatan pencurian dan penggunaan narkoba, sedangkan Suyanto masih berstatus sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap teman sekolahnya. Seperti halnya siswa lainnya, ketiga pelajar tersebut juga mengenakan seragam sekolah warna putih abu-abu saat menyelesaikan ujian di tempat masing-masing.

Untuk menjaga konsentrasi Yohanes dan Raditya, petugas menempatkan mereka di ruang perpustakaan Lapas. Di tempat tersebut, kedua pelajar ini ditunggui 5 petugas pengawas ujian dan 2 petugas penjara. Keduanya ditempatkan terpisah di bangku yang ditata mirip ruang kelas.

Hal serupa juga dialami Suyanto yang menyelesaikan soal ujian di ruang Bina Mitra Polwil Kediri. Di tempat itu, pelajar yang kerap mabuk-mabukan saat berada di luar sekolah ini tampak serius menyelesaikan soal ujian. Ditemui sebelum ujian berlangsung, Suyanto mengaku lebih rajin belajar saat berada di dalam penjara. Sebab tidak ada kegiatan lain yang bisa ia lakukan selain membaca.

"Saya bisa lebih sering belajar di sini. Mudah-mudahan hasilnya bagus," ujarnya  singkat.

Tahun ini, Unas di Kota Kediri diikuti oleh 8.590 siswa SMA/SMK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 37 siswa tidak bisa mengikuti ujian dengan sebagian besar tanpa keterangan.

Kepala Bidang Dikmenum Dindik Kota Kediri, Heri Siswanto mengatakan siswa yang absen bisa mengikuti ujian susulan pada tanggal 28-30 April mendatang. Sementara itu dari 7.142 siswa SMA/SMK di Kab Kediri, terdapat 94 siswa yang tidak bisa mengikuti ujian nasional dengan berbagai sebab.

(Syukri Rahmatullah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement