Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dituding Tak Bantu Korban Zakat, Wartawan Tuntut Kapolda Jatim

Destyan Soejarwoko , Jurnalis-Sabtu, 20 September 2008 |05:34 WIB
Dituding Tak Bantu Korban Zakat, Wartawan Tuntut Kapolda Jatim
A
A
A

PASURUAN - Sejumlah wartawan di Pasuruan menuntut Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Polisi Herman S Sumawiredja meminta maaf. Ini terkait pernyataan Herman yang dinilai menyalahkan wartawan karena tidak membantu korban zakat Pasuruan.

Herman dalam menyatakan pendapatnya dikatakan sejumlah wartawan di Pasuruan asal berbicara dan tidak paham dengan kronologi kejadian.

"Saat polisi belum datang, semua wartawan sudah berjibaku mengevakuasi para korban yang mulai berjatuhan. Wartawan pula yang kemudian mengundang polisi untuk datang agar situasi tidak semakin runyam. Bagaimana dia (kapolda) omong seperti itu," kecam salah satu wartawan televise Irsya Sasongko di Pasuruan, Jumat (19/9/2008).

Kekecewaan serupa juga dilontarkan sejumlah wartawan yang lain. Mereka beralasan, dua tanggung jawab sebagai jurnalis maupun sebagai manusia biasa telah mereka pikul sekaligus. Tidak hanya membantu proses evakuasi sebagian korban, tapi juga mengingatkan panitia penyelenggara agar memperhatikan keselamatan warga yang mengantre zakat.

"Kapolda harus minta maaf. Tidak hanya pada kalangan press karena pernyataan cerobohnya itu, tapi juga kepada masyarakat karena polisi gagal mencegah tragedi mengerikan ini terjadi," tegas wartawan lainnya, Anas Muslimin.

Sejumlah wartawan Pasuruan khawatir, Kapolda hanya ingin mengalihkan isu dari masalah sebenarnya. Bahwa tragedi zakat pasuruan merupakan bukti keteledoran aparat keamanan dalam menjalankan fungsi dan tugas yang diembannya. Padahal, informasi mengenai rencana bakal digelarnya pembagian zakat mal dengan melibatkan ribuan massa telah beredar sejak beberapa hari sebelum kejadian.

Bahkan. tradisi ini telah berlangsung tiap tahun sehingga menjadi agenda rutin yang wajib dipantau oleh keamanan. "Kami hanya melakukan apa yang mampu dan seharusnya kami lakukan. Menghentikan kegiatan apalagi membubarkan massa tentu bukan kewenangan kami," tukas Ubaidillah.

Selanjutnya mereka menyarankan sebaiknya Kapolda turun langsung mendatangi para korban dan keluarga korban. "Daripada menjadi fitnah, sebaiknya Kapolda turun langsung mendatangi korban luka dan yang selamat. Lalu menanyakan apakah wartawan sudah melakukan apa yang seharusnya dilakukan atau sekedar menuruti ego-nya mengambil gambar. Mungkin dengan begitu akan lebih baik daripada asal omong," desak sejumlah wartawan pasuruan usai membaca berita okezone, kemarin sore.

(Lusi Catur Mahgriefie)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement