Samurai Tuntut Baabullah Jadi Pahlawan Nasional

|

TERNATE - Sekira 100-an mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Ternate, Maluku Utara, yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Untuk Reformasi (Samurai) dalam memperingati hari Pahlawan, Senin (10/8/2008) menggelar aksi unjur rasa di depan kantor Wali Kota Ternate.

Dalam aksi itu, mereka menuntut agar pemerintah segera menetapkan Sultan Baabullah sebagai pahlawan nasional atas perjuangannya mengusir imperialisme dan pendudukan Portugis di Ternate pada abad 16.

Babullah yang merupakan sultan ke-25 di Kerajaan Ternate itu, dianggap  layak untuk diangkat sebagai pahlawan nasional, mengingat perjuangannya dalam membebaskan rakyat Ternate dari penjajahan serta kesewenangan bangsa Portugis.

"Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak mengakui dan mengangkat Baabullah sebagai pahlawan nasional yang oleh kami sudah menjadi pahlawan karena keberaniannya saat mengusir Portugis," kata koordinator aksi, Syukri Ali, dalam orasinya.

Aksi ini diwarnai dengan teaterikal tentang perjuangan Baabullah saat berperang melawan portugis yang bermarkas di Benteng San Paulo. Selanjutnya, delegasi para pengunjuk rasa itu ditemui wakil Wali Kota Ternate, Amas Dinsie.

Kepada para pengunjuk rasa, Amas mengatakan akan memperjuangkan aspirasi mereka itu. "Dalam waktu dekat saya akan mengundang seluruh stake holder untuk membahas itu," janji Amas.

Perjuangan Baabullah ini terpicu saat ayahnya Sultan Khairun, dibunuh sesaat setelah melakukan negosiasi dengan portugis karena telah menjajah rakyatnya, serta menjarah hasil repah-rempah.

Baabullah yang mengambil alih kekuasaan dan diangkat sebagai Sultan yang menguasai lebih dari 72 gugusan pulau akhirnya memimpin rakyat untuk mengusir Portugis dari bumi Maluku Kieraha.

(fit)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    TNI-Polri Bentrok, Siapa yang Jaga Penegakan Hukum?