getting time...

NEWS » News

SDK Santo Yusup Hadirkan Kembali "Bung Tomo"

Senin, 10 November 2008 21:05 wib

SIDOARJO - Lebih dari 600 (enam tiga ratus) siswa SDK Santo Yusup hari ini, Senin (10/11/2008) menggelar Drama Kolosal memperingati hari Pahlawan.

Menurut Kepala Sekolah Dasar Katolik (SDK) Santo Yusup Vitalis BM, drama kolosal yang diadakan hari ini sebagai bentuk rasa penghargaan kepada jasa para pahlawan yang telah rela berjuang hingga tetes darah terakhir merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia ini.

"Drama Kolosal yang melibatkan ratusan siswa SDK juga untuk menanamkan rasa patriotisme yang semakin luntur di kalangan siswa belajar," ucap Vita-panggilan akrab kepala SDK Santo Yusup kepada para wartawan, Senin (10/11/2008).

Drama Kolosal dengan durasi lebih kurang 2 jam ini mengambil setting suasana perjuangan tempo dulu. Seluruh ratusan siswa yang mengikuti drama kolosal yang terbesar dilakukan oleh Sekolah Dasar ini, mengenakan busana yang mencerminkan jaman perjuangan. Selain itu, halaman sekolah didekorasi dengan hiasan dan ornamen yang mengajak para siswa dan undangan kembali ke jaman pergolakan Kemerdekaan.

Bung Tomo yang diperankan oleh Geraldi Rovanro David Mauko-siswa kelas 5A) sebagai aktor dalam Drama Kolosal ini, memimpin Arek-Arek Suroboyo ketika berorasi di depan kantor RRI. Bung Tomo membakar semangat pejuang ketika itu dengan ucapan "Jancok Tali Wondo" yang mengandung arti agar para pemuda menyingsingkan lengan baju untuk berjuang bagi bangsa.

Kemudian ada adegan haru ketika Ning Tini yang diperankan oleh Alvina Nathalia-siswi kelas 6C, harus merelakan kepergian suaminya yaitu Mat Rais maju ke medan pertempuran dengan derai air mata. Sang suami menitipkan anaknya ke sang istri karena akan bertempur hingga penghabisan.

Setelah itu, pecahlah pertempuran besar-besaran antara pejuang dan penjajah. Karena kekuatan dan senjata yang tidak seimbang, banyak pejuang yang gugur di medan pertempuran.

Thomas A Cipta, sang sutradara mengatakan, drama kolosal ini merupakan project besarnya agar peringatan hari Pahlawan tidak sekedar hanya menjadi seremonial belaka namun dapat dihayati oleh para siswa didiknya.

"Supaya anak-anak pun tahu dan paham bahwa merebut dan mempertahankan kemerdekaan itu tidak gampang. Banyak darah dan air mata yang tumpah di negeri ini untuk menggapai kata: Merdeka," sambung pria yang menjadi guru Seni Budaya Keterampilan ini.

Seluruh civitas SDK Santo Yusup juga bersyukur kalau akhirnya Bung Tomo telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai salah satu Pahlawan Nasional.

"Semoga anak didik kami dapat meneladan perjuangan Bung Tomo di alam kemerdekaan ini dengan menggapai ilmu setingi-tingginya bagi bangsa," lanjut Thomas memaparkan.

Di akhir acara Drama Kolosal, seluruh peserta drama kolosal kemudian menyanyikan lagu Gebyar-Gebyar hasil karya Almarhum Gombloh yang diteruskan dengan acara hiburan berupa atraksi berbagai tarian daerah.
(Tumpal Sulaiman/Trijaya/fit)