Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dituding Santet Tetangga, Gupni Tewas Dibacok

Subairi (Koran Sindo) , Jurnalis-Selasa, 03 Februari 2009 |21:11 WIB
Dituding Santet Tetangga, Gupni Tewas Dibacok
A
A
A

SAMPANG - Gara-gara dituding memiliki ilmu santet, Gupni (45) warga asal Kampung Paniniran, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, tewas dikeroyok massa di dekat rumahnya.

Peristiwa mengenaskan tersebut terjadi pada Senin 2 Februari kemarin, sekira pukul 21.00 WIB.

Korban tewas dengan kondisi yang cukup mengenaskan akibat sabetan senjata tajam (sajam) yang kemungkinan besar jenis celurit. Leher korban nyaris putus, perut terburai hingga usus keluar, sekitar dada dan paha menganga, serta sejumlah luka di sekujur tubuhnya. Kini, korban sudah dimakamkan oleh pihak keluarga.

Dari kejadian tersebut, petugas berhasil menangkap salah satu pelaku yang diduga kuat merupakan otak pembunuhan yakni Saleh (45) warga Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa sebilah celurit digunakan untuk membacok tubuh korban.

Informasi di lapangan menyatakan, kejadian tersebut berawal dari adanya kabar bahwa Abdullah, salah satu tetangga korban mengalami sakit keras yang tidak kunjung sembuh. Lantas, warga sekitar mencurigai bahwa sakit tersebut akibat diguna-guna (santet) oleh korban yang memang sehari-hari berprofesi sebagai "orang pintar", sering mengobati warga yang menderita sakit.

Kabar tersebut juga dipertegas oleh Abdullah, yang menyatakan sering bermimpi didatangi oleh korban. "Sejak saat itulah, pihak keluarga Abdullah semakin yakin kalau disantet oleh korban," ujar MK (40) tetangga korban, lainnya.

Isu santet tersebut akhirnya menyebar, hingga berujung pada Senin malam, tepatnya saat korban bersama dua kerabatnya sedang menjaga kuburan kakeknya. Tiba-tiba dari arah semak belukar, korban dilempari batu oleh beberapa pelaku yang tidak menampakkan wajahnya.

Merasa risih, akhirnya korban berteriak dan meminta agar pelaku menunjukkan wajahnya. Merasa tertantang, akhirnya puluhan orang muncul dan mendekati korban. Seketika itu pula, korban yang berusaha lari dibantai beramai-ramai hingga tewas dengan cara tragis.

Setelah korban tidak berdaya, terkapar di tanah dan diyakini sudah tewas, massa kabur meninggalkan lokasi itu. Sementara korban langsung dibawa oleh keluarganya ke Puskesmas Sokobanah untuk diautopsi.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Hery Mulyanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia mengatakan masih belum mengetahui latar belakang tewasnya korban, karena pihaknya masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara.

Namun saat ditanya apakah terkait isu santet. Hery enggan berkomentar dan hanya menyatakan masih diusut. "Kami sudah mengamankan satu tersangka dan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka bertambah. Ini tergantung hasil pemeriksaan," katanya.

(Lusi Catur Mahgriefie)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement