Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cuaca Buruk, Warga Pulau Terancam Kelaparan

Subairi (Koran Sindo) , Jurnalis-Jum'at, 13 Februari 2009 |22:15 WIB
Cuaca Buruk, Warga Pulau Terancam Kelaparan
A
A
A

SUMENEP - Cuaca buruk yang masih terjadi di sepanjang perairan Sumenep, cukup berdampak dalam segala bidang dan membuat resah warga setempat. Terbaru dikabarkan bahwa stok kebutuhan bahan pokok (sembako) yang ada di wilayah Kepulauan, sudah mulai menipis. Akibatnya, warga sekitar mulai terancam kelaparan.

Kondisi yang terlihat di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, ratusan ton sembako dengan berbagai jenis masih belum bisa terkirim, khususnya dengan tujuan Pulau Kangean dan Masalembu. Lebih parah lagi, sembako seperti telur dan palawija yang tertumpuk sejak dua pekan yang lalu tersebut sudah mulai membusuk dan sebagian ada yang dibuang.

Informasi yang beredar di kawasan kepulauan, stok sembako sudah mulai menipis karena sama sekali tidak ada pasokan dan kalau memang ada, harga beli sembako meningkat tajam, naik hingga sekitar 100%.

"Stok sembako sudah menipis dan diperkirakan bertahan seminggu saja, dan kalaupun masih ada harganya bisa dua kali lipat," ujar tokoh masyarakat asal Pulau Kangean, Badrul Aini, Jumat (13/2/2009).

Badrul menerangkan, kenaikan yang paling besar terjadi pada jenis minyak goreng, yang harga normalnya hanya sekitar Rp9.700 per kilogram, kini malah naik menjadi Rp20.500 per kilogram. Selain itu, harga beras jenis medium yang di toko sempat dijual seharga Rp5.000 per kilogram, terbaru naik menjadi Rp10.000 per kilogram.

Demikian juga dengan harga daging ayam potong, sebelumnya Rp22.000 per kilogram, kini sudah menembus angka Rp44.000. Sedangkan untuk daging sapi dari harga Rp50.000 sudah menjadi Rp99.000 per kilogram.

Di samping itu, harga minyak tanah yang awalnya Rp5.000 per liter, kini telah dipatok menjadi Rp8.000 per liter. "Itu masih belum termasuk harga kebutuhan pokok yang lain, juga mengalami kenaikan. Namun beruntung, hingga saat ini masih ada stok untuk bisa bertahan," terang Badrun.

Dia menambahkan, kenaikan harga sembako tersebut sudah terjadi di luar kemampuan daya beli masyarakat. Apalagi, selama cuaca tidak bersahabat, warga kepulauan yang mayoritas bekerja sebagai nelayan tidak bisa di laut, sehingga pendapatan untuk menopang biaya hidup dan kebutuhan sehari-hari juga kosong.

"Kalau yang terjadi terus seperti ini, maka warga kepulauan bisa terancam musibah kelaparan," tegas Badrun.

Terpisah, anggota Komisi D DPRD Sumenep, Bahrus Surur mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi di kepulauan. Selaku wakil rakyat yang juga berasal dari daerah kepulauan, dia berharap agar ada langkah konkret yang dilakukan oleh pemerintah setempat, sebelum situasi tambah buruk.

"Ya, paling tidak stok bahan pangan yang tertahan di pelabuhan segera diangkut karena sangat dibutuhkan oleh warga kepulauan," tegasnya.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement