getting time...

NEWS » News

Keluarga Mahasiswa Mesir Tuntut Permohonan Maaf

Banda Haruddin Tanjung - Okezone
Sabtu, 4 Juli 2009 15:06 wib
Foto: Syeikh Ahmad Yasin yang dipersoalkan oleh pemerintah Mesir (ist)
Foto: Syeikh Ahmad Yasin yang dipersoalkan oleh pemerintah Mesir (ist)

PEKANBARU - Penyiksaan yang menimpa empat mahasiswa Indonesia di Mesir diminta segera diusut. Keluarga korban penyiksaan juga meminta Pemerintah Mesir untuk meminta maaf pada mereka, terkait penganiayaan dan tuduhan sebagai jaringan teroris.

"Ya kita meminta, Pemerintah Mesir meminta maaf pada kita atas tindakan semena-mena polisi terhadap empat mahasiswa . Hal ini tentu juga dengan bantuan dari Departemen Luar Negeri," pinta Raudatul Firdaus, kakak dari salah satu mahasiswa yang disiksa asal Riau pada okezone, melalui sambungan telepon, Sabtu (4/7/2009).

Dia menjelaskan, hal itu juga demi nama baik para korban karena dituduh sebagai jaringan teroris dan dan kelompok garis keras Hamas. Hal ini juga termasuk merusak nama baik  keluarga, apalagi saat ini pemberitaan sudah menyebar luas.

"Kita di sini, juga mendapat dampak negatif dari peristiwa ini. Kita tidak mau dianggap sebagai jaringan teroris seperti yang dituduhkan polisi. Untuk itu Pemerintah Mesir harus memberi klarifikasi dan memulihkan nama keluarga" pintanya.

Saat penyiksaan juga, katanya, para mahasiswa juga dianggap sebagai tahanan teroris. Mereka diikat dan ditelanjangi kemudian disiksa dengan menyetrum sekujur tubuh termasuk daerah kemaluannya.

"Pertanyaannya selama diinterogasi juga selalu ditanya dengan jaringan teroris Al-qaeda dan kelompok Hamas," imbuhnya.(lsi)
(ahm)

  • indon » 0 Tanggapan
    rasain lou, makanya jadi orang jgn sok campur urusan bangsa lain, mendingin lou demo di indon kampung lou pade
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Yai Hanif » 0 Tanggapan
    Di negara demokrasi penyiksaan oleh aparat keamanan terhadap tahanan yang dicurigai sebagai teroris sekalipun tidak dapat dibenarkan. Bagaimanapun ini adalah suatu pelajaran. Maka yang harus diutamakan adalah agar mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri seharusnya berhati hati dalam berprilaku, terutama harus menghindari hal hal yang sensitif baik dari segi budaya maupun keamanan negara tempat mereka menuntut ilmu, sehingga tidak ada alasan pihak keamanan setempat untuk curiga. Pepatah lama yang mengatakan - dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung - tetap berlaku kapanpun dan dimanapun.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.