PEKANBARU - Penyiksaan yang menimpa empat mahasiswa Indonesia di Mesir diminta segera diusut. Keluarga korban penyiksaan juga meminta Pemerintah Mesir untuk meminta maaf pada mereka, terkait penganiayaan dan tuduhan sebagai jaringan teroris.
"Ya kita meminta, Pemerintah Mesir meminta maaf pada kita atas tindakan semena-mena polisi terhadap empat mahasiswa . Hal ini tentu juga dengan bantuan dari Departemen Luar Negeri," pinta Raudatul Firdaus, kakak dari salah satu mahasiswa yang disiksa asal Riau pada okezone, melalui sambungan telepon, Sabtu (4/7/2009).
Dia menjelaskan, hal itu juga demi nama baik para korban karena dituduh sebagai jaringan teroris dan dan kelompok garis keras Hamas. Hal ini juga termasuk merusak nama baik keluarga, apalagi saat ini pemberitaan sudah menyebar luas.
"Kita di sini, juga mendapat dampak negatif dari peristiwa ini. Kita tidak mau dianggap sebagai jaringan teroris seperti yang dituduhkan polisi. Untuk itu Pemerintah Mesir harus memberi klarifikasi dan memulihkan nama keluarga" pintanya.
Saat penyiksaan juga, katanya, para mahasiswa juga dianggap sebagai tahanan teroris. Mereka diikat dan ditelanjangi kemudian disiksa dengan menyetrum sekujur tubuh termasuk daerah kemaluannya.
"Pertanyaannya selama diinterogasi juga selalu ditanya dengan jaringan teroris Al-qaeda dan kelompok Hamas," imbuhnya.(lsi)
(ahm)