SRAGEN - Pemilik PO Hadi Mulyo menyatakan, bus bernomor polisi AD 1444 BE yang tertabrak kereta api (KA) di perlintasan Tegalduwur, Desa Pokak, Ceper, Klaten dalam kondisi layak jalan.
Selain itu, Turbudi Hadi Purnomo, sopir bus yang turut tewas bersama 14 penumpang lainnya merupakan sopir yang telah mempunyai pengalaman mengemudi angkutan umum sejak lama. "Tidak ada masalah dengan busnya. Kondisi busnya baik dan sudah lolos uji KIR. Saya kira ini memang murni musibah," ujar Pemilik Bus Hadi Mulyo, Purwo Admojo, Senin (6/7/2009).
Selain itu, sopir bus telah mempunyai pengalaman mengemudi angkutan umum sejak lama, termasuk memiliki SIM B2 Umum. Bahkan, Budi merupakan sopir pilihan yang kerap menjadi langganan setiap ada carteran ke luar daerah. Selama bekerja di tempatnya, Budi tidak pernah mengalami kecelakaan. "Dalam mengemudikan bus juga anteng (tenang), setiap kali ada carteran, pasti dia yang dicari," ungkap pengusaha yang juga Kades Jati Kecamatan Sumberlawang Sragen.
Sedangkan keberadaan bus itu sendiri, dibeli dari pengusaha lain sekira 11 tahun lalu. "Budi (sopir) merupakan sopir bawaan ketika keluarga kami membeli bus tersebut," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, kecelakaan maut terjadi di Klaten, Jawa Tengah hari Minggu lalu. Kereta Rel Diesel (KRD) Prambanan Ekspres (Prameks) jurusan Solo-Yogyakarta menabrak minibus PO Hadi Mulyo di perlintasan KA tak berpalang pintu di perbatasan Desa Jombor dan Dlimas, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten. Kejadian ini menyebabkan 15 orang tewas, dan 10 luka berat.
(Ary Wahyu Wibowo/Koran SI/teb)