KEDIRI - Tiga jalur perbatasan eks wilayah Karisidenan Kediri, Jawa Timur, dan sejumlah lokasi wisata diawasi secara ketat pascameledaknya bom di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott kawasan Kuningan Jakarta.
Bahkan sebuah tempat ibadah umat nasrani Katolik (gereja) di daerah Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri dinyatakan berstatus siaga satu.
Para petugas kepolisian resor kota Kediri merazia pengendara mobil box, termasuk roda dua (motor) yang melintas di jalur Kediri-Nganjuk, Kediri-Tulungagung, dan Kediri-Blitar.
Selain memeriksa kelengkapan surat kendaraan, petugas juga mengecek barang yang dibawa dalam kendaraan box, terutama yang berasal dari luar daerah.
Kepala Unit Lalu Lintas Inspektur Satu Sutrisno saat ditemui di depan pabrik gula (PG) Mritjan, Kec Mojoroto, Kota Kediri mengakui jika operasi yang digelarnya merupakan perintah dari pimpinan setelah terjadinya teror bom di Jakarta.
"Kita melakukan ini karena ada perintah langsung dari atasan terkait kasus teror bom yang terjadi di Jakarta. Ini sebagai antisipasi," ujarnya kepada wartawan, Jumat (17/7/2009).
Dari razia yang digelar, petugas tidak menemukan adanya barang bawaan yang dicurigai mengarah pada kegiatan terorisme.
Sementara selain gereja Puhsarang yang merupakan gereja bermodel inkulturasi ajaran Katolik dan budaya Jawa, kepolisian juga menyatakan siaga satu pada lokasi wisata dan sejumlah fasilitas umum yang menjadi objek vital.
Menurut keterangan Kabag Ops Polres Kediri Komisaris Polisi Sugito, lokasi tersebut di antaranya Kawasan Wisata Bendungan Gerak, Gampengrejo, dan beberapa fasilitas umum seperti gardu listrik, dan SPBU.
"Saat ini kita melakukan upaya antisipasi maksimal. Sebab segala kemungkinan bisa terjadi," ujarnya.
Untuk Gereja Puhsarang, kebetulan Jumat ini merupakan hari rutin ritual Ibadah Jumat Legi. Dimana akan banyak Jemaat yang datang dari luar wilayah Kota/Kabupaten Kediri.
Gereja Puhsarang yang didirikan Romo H Wolters CM, pastor paroki di Kediri pada tahun 1936 sengaja dirancang sebagai gereja bernuansa budaya Jawa alias gereja inkulturasi.
Kapolwil Kediri Kombes Pol Heru Purwanto mengaku telah mengerahkan satu peleton pasukan pengendali massa (dalmas) untuk melakukan langkah antispasi ini. Selain di wilayah Kediri, pasukan ini ditempatkan di wilayah Bendungan Wonorejo, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung.
Kemudian PLTA Lodoyo Blitar dan Pembangkit Brantas PLTA Wlingi. Khusus untuk bendungan Wonorejo Tulungagung, pada tahun 2008 silam pernah mendapat ancaman teror akan diledakkan oleh sekelompok orang tak dikenal.
"Karena pada intinya teror bertujuan merusak segala sesuatu yang dianggap vital. Kami tidak ingin kecolongan. Pasukan ini akan ditempatkan tanpa batas waktu. Dan akan ditarik setiap saat apabila sudah dianggap aman," ujarnya.
Dalam hal ini Kapolwil juga menginstruksikan kepada para Kapolres wilayah eks Karisidenan Kediri untuk meningkatkan kewaspadaan. "Tidak hanya pengguna jalan yang diawasi, tapi juga pengunjung tempat-tempat hiburan malam. Sesuai perintah pak Kapolda, operasi dilakukan secara menyeluruh pada senjata tajam, senjata api, dan narkoba. Namun fokus utama adalah bahan peledak," pungkasnya.
(Solichan Arif/Koran SI/mbs)