TANGERANG - Sekira 1.200 santri Pondok Pesantren Yayasan Soebono Mantovani di Jalan Sumatera, Ciputat, Tangerang Selatan, berlomba-lomba menangkap gembong teroris Noordin M Top. Ada hadiah Rp100 ribu bagi yang berhasil menangkapnya.
Namun yang diburu bukanlah Noordin yagn sebenarnnya. Para santri berlomba menangkap 14 ekor ayam yang ditempelkan tulisan "Noordin M Top" dalam lomba untuk memperingati HUT ke-64 RI. Ayam-ayam tersebut berlarian, sebagain bersembunyi di balik pepohonan dan "dikepung" oleh para santri. Namun, ayam-ayam tersebut kerap kali lolos dari tangkapan.
Tak hanya para santri, 800 pengajar dan karyawan pesantren pun terlihat ikut memburu "Noordin".
"Kita sengaja menggelar lomba ini untuk memberi pelajran kepada para siswa bahwa teroris harus diberantas. Apalagi teroris sering dikaitkan dengan pesantren," ujar Sekretaris Yayasan, Narto, Senin (17/8/2009).
Selian itu, perlombaan itu juga diterjemahkan sebagai bentuk dukungan bagi pemerintah untuk bisa terus menumpas aksi teror di Indonesia.
"Kita juga ingin menanamkan jiwa nasionalis kepada para siswa," imbuhnya.
(lam)