PADANG - Proses evakuasi korban di Gedung Bimbel Gama di Jalan Proklamasi Kota Padang dihentikan, meski masih banyak korban yang belum diangkat dari reruntuhan.
Menurut salah seorang petugas evakuasi yang enggan disebut namanya, petugas mulai memindahkan upaya evakuasi ke sebuah apotik di Jalan Agus Salim sekira pukul 15.00 WIB, Jumat (2/10/2009)
Alasan pemindahan menurutnya karena di apotik tersebut diduga masih banyak korban yang masih hidup di dalam reruntuhan. "Kalau di Gama diperkirakan sudah tidak ada yang selamat," kata petugas tersebut.
Sejumlah orangtua yang menduga anaknya menjadi salah satu korban gempa di dalam gedung Gama, itu mengaku kecewa petugas menghentikan proses evakuasi.
Pasalnya petugas dinilai tidak optimal dalam melakukan pencarian. "Pencarian cuma dilakukan di bagian tengah gedung padahal jalur untuk turun dari lantai II itu di bagian belakang, tapi mereka tidak mencarinya," ujar seorang perempuan yang mengaku anaknya bernama Intan siswa kelas V SD 03 Alai ini tengah belajar di Gama saat gempa terjadi.
Perempuan yang enggan disebut identasnya itu bersama suaminya sejak kemarin hanya menunggu di halaman sebuah toko di pinggir reruntuhan bangunan bimbel Gama.
Dia hanya duduk -duduk dan kadang rebahan di lantai toko, padahal kondisinya tengah hamil enam bulan. Sementara suaminya mengawasi proses evakuasi dari dekat. Ketika alat berat dipindahkan dari gedung Gama, dia hanya bisa menangis sesak.
Sementara Yos (30) yang juga berada di lokasi mengaku mencari keponakannya bernama Govi Pratama Sugito siswa SMP 19 Padang kelas II. Dia berbagi tugas dengan ibu sang anak.
"Saya lihat evakuasi di sini, ibunya nunggu di rumah sakit, kalau-kalau Govi dibawa ke sana," terangnya.
Catatan terakhir, korban gempa di Gama yang sudah dievakuasi sebanyak 36 orang dan semuanya dalam keadaan tewas.Sementara meski pencarian dihentikan sementara, pihak Gama masih membuka posko di lokasi untuk menerima laporan kehilangan.
(fit)