JAKARTA - Komisi IX DPR yang membidangi masalah kesehatan, mempertanyakan Komisi Penelitian Virus yang dibentuk oleh Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih.
Dalam jawabannya, Menkes mengatakan, pembentukan Komisi Penelitian Virus merupakan desakan dari perguruan-perguruan tinggi yang ingin mengembangkan penelitian dengan pihak asing.
"Ada pula tekanan-tekanan dari pihak ilmuwan-ilmuwan untuk menjalin kerjasama itu. Mereka mengatakan jika tidak ada fleksibilitas, kapan bangsa kita bisa maju?" tutur Menkes dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX di Gedung DPR, Jalan Gatot Soebroto, Senayan, Jakarta, Selasa (10/11/2009).
Namun bukan berarti penelitian tersebut harus selalu bekerjasama dengan pihak Amerika Serikat. Puslitbangkes menjalin kerjasama dengan berbagai negara.
Salah satunya, dengan menjalin kerjasama dengan China untuk penanganan penyakit malaria. "Tapi kebetulan ini (Namru-2) yang seru di koran-koran, jadi hanya ini yang diketahui," katanya.
Komisi Penelitian Virus ini ke depan akan berperan penting pada upaya antisipasi munculnya virus baru. Para penliti yang akan bergabung dengan komisi ini terdiri atas berbagai unsur peneliti. Yakni para ahli di bidang medis, seperti ahli bakteri, virus, ahli anak, penyakit dalam, dan lainnya, dari dalam dan luar negeri.
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.