tragedi sukhoi

Terlalu...! Pengusaha Paksa Karyawan Minum Air WC

Muhammad Saifullah - Okezone
Selasa, 10 November 2009 15:17 wib

JAKARTA - Tindak pidana penganiayaan massal diduga dilakukan oleh seorang pengusaha keturunan India, Ricky Ahliwalia terhadap 20 pegawainya di kantor pusat perusahaan Stock Junction di Pintu Air V, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Dua dari 20 karyawan bahkan mengaku dipaksa meminum air WC. Adapun para pegawai lain mendapatkan penganiyaan beragam. Mulai dari dipaksa menjilat sepatu Ricky, dipukuli, hingga disekap.

"Penyebabnya, karena Ricky kehilangan barang dan menuduh para karyawan sebagai pelaku pencurian," ujar kuasa hukum para korban, Hendrik Sirait saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Selasa (10/11/2009).

Dua korban pertama adalah Anita dan Penny. Keduanya dipanggil Ricky yang didampingi Suhari dan Kadut pada Sabtu 7 November lalu. Selain disekap selama 12 jam, keduanya juga dipaksa meminum air WC.

"Keduanya juga ditampar dan dipukuli agar mengakui perbuatan pencurian yang tidak dilakukan, lalu dipaksa menandatangani surat pengunduran diri," ungkap dia.

Pada keesokan harinya, Minggu 8 November, secara bergiliran 18 korban karyawan lain dipanggil. Mereka juga mendapat perlakuan serupa dengan Anita dan Penny. Namun mereka lebih beruntung karena tidak dipaksa meminum air WC.

Tidak terima diperlakukan bosnya seperti itu, salah seorang korban bernama Soviyanti pada dini hari tadi melapor ke Mapolres Jakarta Pusat. Sovi bersama rekannya juga telah menjalani visum.

Setelah itu para korban lantas meminta bantuan hukum ke PBHI. "Mereka minta kita dampingi dalam proses hukum," ujarnya.


(ful)

  • Firman Wibawa » 0 Tanggapan
    Tangkap, adili, penjarakan setelah selesai dipenjara, deportasi ! dan jangan diizinkan masuk Indonesia lagi
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kunefs » 0 Tanggapan
    hari gini mau disiksa sama orang luar mikirlah,kita ini orang pribumi jangan mau ditindas ,sudah sama belanda dan jepang masa kalah sama orang india ,ingat orang indonesia orang2 pintar jangan mau tertindas lagi
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.