tragedi sukhoi

Williardi Ungkap Skenario Besar Kasus Antasari

Ajat M Fajar - Okezone
Selasa, 10 November 2009 15:15 wib

JAKARTA - Salah seorang terdakwa kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen, Williardi Wizar, dalam kesaksian mengakui ada skenario untuk menyeret Ketua KPK Antasari Azhar.

Hal tersebut diungkapkan Williardi saat bersaksi dalam sidang kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen dengan terdakwa Antasari Azhar, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (10/11/2009).

Bahkan Williardi mengatakan hal tersebut dengan nada yang tinggi, sehingga menarik perhatian orang-orang yang berada di sekitar ruang sidang utama, tempat Antasari menjalani sidang.

Ini berawal ketika jaksa penuntut umum menanyakan pada Williardi mengenai berita acara pemeriksaan (BAP) pertama yang dicabutnya. Menurut JPU, justru di BAP pertamalah yang memiliki banyak poin penting.

"Yang pertama itu Pak, saya bohong," jawab Williardi.

"Kok hohong? Apa ini bohong?" tukas jaksa sambil menuturkan poin-poin di BAP pertama.

Williardi yang merasa terdesak, terpancing emosinya, dan menjawab pertanyaan JPU dengan nada tinggi.

"Demi Allah Pak, pada jam 12 malam saya diperiksa dengan didatangi Dir, Wadir, Kabag, Kasat. Menurut perintah atasan 'kau bikin saja yang kau peduli'. Demi Allah saya bersumpah, 'sasaran kita hanya satu, Antasari'," ujar Williardi sampai bergetar.

"Demi Allah saya bersumpah, waktu itu saya dikondisikan Dir, Wadir, Kabag, Kasat, orang yang menyebut 'sasaran kita Antasari'," tegasnya lagi masih dengan nada tinggi.

Williardi kemudian menuturkan, jika saat itu dia diperlihatkan dan dibacakan BAP Sigid Haryo Wibisono, terdakwa lainnya. "Dibacakan pada saya, kita samakan saja. Kalau ini perintah pimpinan silakan saja," ujar Williardi saat dia menuturkan pembuatan BAP yang pertama tersebut.

Mendengar kesaksian Williardi, sontak membuat pengunjung sidang langsung bersorak, dan bertepuk tangan. Namun setelah itu majelis hakim menertibkan para pengunjung, dan menskors sidang.
(hri)

  • sukro » 0 Tanggapan
    busuk semua. baiknya dir, wadir, kabag, kasat yang disebut mundur saja. ingat dosa, ingat akhirat, ingat surga ingat neraka. apa kafir semua???
    Beri Tanggapan Laporkan
  • siti masturoh » 0 Tanggapan
    Alhamdulillah..akhirnya kebenaran itu terungkap..kejahatan pasti akan kalah. saya sudah menduga dari awal. Pangeran Antasari akhirnya memenangkan pertempuran. Allahu Akhbar ! kasus pak bibit-chandra saya yakin juga itu skenario.. polri berkacalah pada kasus pak antasari..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • joseph » 0 Tanggapan
    HIdup Williardi
    Beri Tanggapan Laporkan
  • gilang » 0 Tanggapan
    biasa
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Haryo B.Sungkono » 0 Tanggapan
    Kanca-kancaku kabeh....! Jika ada anak atau saudara yang bercita-cita ingin menjadi polisi tolong saya titip nasihat. Ini nasihat saya; 1) Jangan pernah menjadi anggota Polisi dengan cara menyuap, 2) Jangan pernah makan dari barang haram atau cara mendapatkannya dengan cara tidak halal, 3) Polisinya Allah SWT itu lebih utama karena kebal dari jenis suap. Orang yang terbiasa makan dari sumber yang haram maka mata hatinya dibutakan, mereka tidak akan mengenal baik-buruk, benar-salah. Hati-hati ini jaman dajal sudah datang........!!!!!!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.