MEKKAH - Kepadatan jamaah calon haji di Masjidil Haram disiasati jamaah haji Indonesia dengan menggunakan simbol atau ciri tertentu supaya tidak menyulitkan kalau terpisah dari rombongan. Ada yang mengenakan topi haji, pita, dan slayer dengan warna yang mencolok.
"Kalau jamaah kloter kami mengenakan rompi biru yang bertuliskan asal daerah kedatangan. Cara seperti ini cukup ampuh untuk mengenali jamaah apabila terpisah dari rombongan," tandas Waluyo, jamaah asal Solo ini, Rabu (11/11/2009).
Selain symbol sebagai tanda, biasanya jamaah juga menetapkan sebuah lokasi yang mudah dijangkau supaya tidak tersesat jalan.
"Biasanya kami menunggu rombongan jamaah di jam yang terletak di depan pintu utama Malik Abdul Aziz Masjidilharam," pungkasnya.(Boy Iskandar/Koran SI/hri)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan