o1 o2

Megapolitan


Listrik dan Air Kritis di Kepulauan Seribu

Rabu, 11 November 2009 - 05:00 wib
text TEXT SIZE :  
Share

JAKARTA - Kebutuhan masyarakat di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara terhadap pasokan listrik sangat mendesak. Masyarakat sangat berharap pemerintah dapat segera merealisasikan hal tersebut seperti yang telah dirasakan masyarakat di Kepulauan Seribu Selatan.

Menurut Ahmad F (29), warga RT03/05, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, saat ini warga hanya merasakan listrik pukul 17.00 WIB - 06.00 WIB. "Hanya malam saja listriknya baru ada," ungkapny, kemarin.

Pada siang hari masyarakat tidak dapat menggunakan listrik sama sekali. Sejak status wilayah ini masih bagian dari Jakarta Utara, masyarakat selalu bermimpi dapat menikmati listrik 24 jam non-stop. Pasokan listrik saat ini hanya disuplai menggunakan genset. "Itupun sering terjadi kerusakan," ungkap Ahmad.

Akibatnya banyak tamu homestay di Kepulauan Seribu yang mengeluhkan kondisi tersebut. Padahal fasilitas air dan AC vital agar tamu dapat betah menikmati liburannya. Gangguan listrik juga berdampak pada pasokan air bersih untuk penduduk Kepulauan Seribu. Karena ke-12 alat penyaringan air laut jadi air tawar atau Reserve Osmosis (RO) di 11 pulau pemukiman jadi tidak maksimal.   

Musim kering ini kondisi airnya bisa lebih parah. Kondisi air jadi sangat kotor sehingga dapat menggangu alat membran pada RO tersebut. Padahal alat membran tersebut harganya mencapai Rp700 juta.

Menurut Bupati Kepulauan Seribu Burhannudin, Pemerintah DKI Jakarta mengganggarkan dana Rp120 miliar. Namun masih tahap pembahasan di DPRD. "Apabila listrik sudah masuk wilayah utara, maka infrastruktur pendukung lainnya akan menyusul," ujarnya.  

Keberadaan listrik otomatis akan membangkitkan infrastruktur dan perekonomian di Kepulauan Seribu. Selain itu juga dapat menarik para investor untuk menanamkan modalnya di wilayah ini.

Kasudin Kominfo Kepulauan Seribu Purwoto Kalau mengatakan, sebelum Kepulauan Seribu Selatan menggunakan listrik anggaran BBM untuk genset menghabiskan dana Rp45 miliar setahun. Setelah ada listrik di wilayah selatan anggaran tersebut berkurang menjadi Rp20 miliar per tahun. "Ada penurunan anggaran sehingga ada efisiensi setengahnya," ungkapnya.

Untuk rencana awal pada 2010 akan dibangun gardu-gardi induk di beberpa pulau. Di antaranya Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Karya, Pulau Kelapa, Pulau Harapan, dan Pulau Kelapa Dua.

Khusus untuk Pulau Sabira, rencanya tidak akan dipasang karena investasinya lebih besar, sedangkan lokasinya sangat jauh dari Jakarta. "Berjarak 3 jam dari Pulau Pramuka dan lebih dekat ke Lampung," terang Purwoto yang menyebutkan di pulau itu hanya ada 700 jiwa di luas sekira 90 hektare.
(Isfari Hikmat/Koran SI/ram)

Bagi Pengguna Ponsel, BlackBerry Nikmati Berita Terkini Di http://m.okezone.com
Share
 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?

Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan
o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Rabu, 10 Februari 2010 01:20 wib

    DPRD DKI Panggil UPT dan Pengelola Parkir

  • Selasa, 09 Februari 2010 22:40 wib

    Mahasiswi UMJ Bunuh Diri di Kampus

  • Selasa, 09 Februari 2010 19:21 wib

    ABG Diculik di Tangerang

    Dikasih Rp50 Ribu Nova Disuruh Pulang, Tapi Ditolak

  • Selasa, 09 Februari 2010 17:13 wib

    Keluarga Nova Serahkan Kasus Penculikan ke Polisi

  • Selasa, 09 Februari 2010 16:39 wib

    ABG Diculik di Tangerang

    Ibu Ari Tahu Anaknya Inapkan Nova di Rumahnya

  • o3 o4