KOTA PANAMA - Gundukan tanah dan alat-alat berat menjadi pemandangan baru di sepanjang Terusan Panama. Kanal penghubung Laut Karibia dan Samudera Pasifik ini memang tengah mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan generasi baru kapal-kapal raksasa sekaligus menyambut usianya yang ke-100 tahun.
Menyadari jalur perdagangan dunia yang semakin sibuk, Terusan Panama pun berbenah diri. Jalurnya diperlebar, dan fondasinya semakin diperdalam. Sebutlah ini pengorbanan atau konsekuensi untuk membangun dunia. Yang jelas, tahun ini Panama telah membelanjakan tabungan sebesar USD5,25 miliar (Rp49,875 triliun) demi sebuah mimpi. Inilah rekor biaya termahal yang pernah dikeluarkan Panama untuk membangun Terusan Panama sejak dibuka pada 1914.
Proyek monumental ini dikerjakan agar para pelaku perdagangan semakin mendapat kemudahan, baik dalam hal waktu dan biaya, untuk melakukan aktivitas bisnisnya. Jika renovasi Terusan Panama terselesaikan, maka para pelaku bisnis yang datang dari beragam ras dan kebudayaan akan berterima kasih atas kemudahan yang diberikan terusan ini.
Bayangkan saja, pelaku bisnis yang bertolak dari China tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk mengekspor komoditinya ke Amerika Serikat (AS) bagian timur. "Terusan Panama diperluas untuk memudahkan distribusi perdagangan dunia. Nantinya, Terusan Panama akan menjadi salah satu rute perdagangan yang menghubungkan Timur Jauh (Asia Timur dan Asia Tenggara), Kepulauan Karibia, dan Amerika Serikat (AS)," ujar Wakil Presiden Crowley Maritime Corp Jay Brickman.
Crowley Maritime Corp merupakan salah satu perusahaan jasa pengangkut barang yang melayani rute Kepulauan Karibia dan AS bagian timur. Saat ini, upaya perluasan Terusan Panama terus digiatkan. "Terusan Panama dan wajah barunya akan mengubah dinamika perdagangan dan meningkatkan laju ekonomi," ujar Brickman yakin.
Untuk memperkokoh fondasi, kontraktor berniat menggali 152 juta meter kubik tanah bebatuan di sepanjang Terusan Panama. Jika lapisan tanah mulai sukar digali, mereka akan menggunakan bahan peledak dan alat pengeruk berteknologi canggih. Sebuah niat agung dan membutuhkan pengorbanan berbagai aspek, baik biaya maupun lingkungan yang luar biasa. "Ini akan menjadi salah satu proyek terbesar. Mungkin bukan yang terbesar di bumi, namun bisa jadi yang terbesar di belahan bumi barat," tutur mantan komisaris Terusan Panama pada era 1990-an, Joe Reeder.
Proyek raksasa Terusan Panama rencananya akan selesai pada 2014. Sepertinya proyek itu sengaja ditargetkan selesai pada tahun tersebut sekaligus menyambut usia jalur perdagangan dunia itu yang menginjak seabad.
Rupa baru terusan ini akan mampu dilewati tanker pengangkut 1 juta barel minyak, kapal kargo pembawa batu bara, serta beberapa komoditi ekspor dan impor lainnya. "Pembangunan Terusan Panama memberikan berbagai pilihan baru yang belum bisa kita dapatkan hari ini," ujar Presiden AP Moller-Maersk Group's Carribean Sea Cluster di Maersk Line, Peter Gyde.
Terusan Panama memberikan alternatif yang "dipilihkan" manusia. Lima tahun mendatang, kita akan melihat bagaimana pilihan-pilihan tersebut terwujud di atas Terusan Panama. Pantaslah jika terusan ini disebut sebagai jantung dunia. Pengerjaan yang rumit di lokasi yang sulit telah membuat Terusan Panama menjadi salah satu warisan dunia yang menyimpan nilai kenangan tinggi. Terusan Panama memulai sejarahnya pada 1534.
Saat itu Raja Charles V, Raja Roma, dan Raja Spanyol memerintahkan pelaksanaan survei untuk meninjau Panama. Ketiga Raja berharap, jalur Panama mampu menguburkan harapan kapal-kapal dagang yang berangkat dari atau bertolak ke Spanyol dan Peru. Konsep mulai dikerjakan, dan berhasil diselesaikan pada abad ke-16. Konsep telah tertulis dan tergambar pada kertas, namun tidak ada yang memperjuangkan kelanjutannya.
Konsep ini harus "menunggu" selama dua abad, hingga akhirnya Prancis memimpin pembangunan pertama Terusan Panama pada 1880. Masterpiece ini menyimpan kisah tragis. Sepanjang kepemimpinan Prancis dalam proses pengerjaannya, sebanyak 21.900 pekerja tewas di atas Terusan Panama.
Akhirnya, Prancis menyatakan tidak mampu melanjutkan pengerjaan dan Terusan Panama berdiri tanpa kesempurnaan di antara dua lautan. Pada awal 1900, AS maju untuk menyelesaikan pengerjaan yang terbengkalai. Upaya AS ini pun menciptakan tragedi, sebanyak 7.000 pekerja meninggal dalam proses pengerjaannya. Namun, Terusan Panama akhirnya dapat berdiri kokoh sepanjang 77 kilometer, dan dibuka untuk pertama kali pada 1914.
(M Budi Santosa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.