o1 o2

Nusantara


Banjir Mulai Landa Madiun

Sabtu, 28 November 2009 - 04:01 wib
text TEXT SIZE :  
Share

MADIUN - Kekhawatiran warga Kota dan Kabupaten Madiun bakal terjadinya kiriman banjir dari lereng Gunung Wilis mulai terbukti. Akibat diguyur hujan selama beberapa jam, beberapa rumah warga Dusun Jetak, Desa Dempelan, Kecamatan/Kabupaten Madiun tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa.

Tiga rumah warga juga dilaporkan rusak berat karena diterjang banjir tersebut. Rumah yang rusak terkena banjir yakni milik Diyah (41), Landep (57), dan Tiwi (45), semuanya warga Desa Dempelan. Rumah yang terbuat dari papan kayu dan sasak bambu ini tidak kuat menahan terjangan air Sungai Bribis yang meluap.

"Air luberan Sungai Bribis dengan cepat menggenangi dan menerjang rumah kami. Ketinggiannya mencapai lutut. Akibatnya, dinding rumah di bagian dapur jebol karena diterjang air banjir," ujar Diyah.

Selain menjebol dan merusak dinding dapur, banjir dari luapan Sungai Bribis ini juga menghanyutkan puluhan ayam dan unggas miliknya. Hal yang sama juga terjadi pada rumah Landep. Bagian depan rumahnya rusak karena diterjang banjir. Sedangkan rumah milik Tiwi bagian dinding belakang rumah juga rusak digerus air.

Banjir luapan sungai ini menurut warga disebabkan karena sampah potongan kayu dari hulu Sungai Bribis menutup saluran air sehingga air tidak lancar mengalir. Namun, setelah warga secara bergotong royong membersihkan sampah di saluran, air berangsur mengalir lancar. Pada tengah malam, banjir dilaporkan mulai surut dan air terus mengalir masuk ke Sungai Bengawan Madiun dan berakhir di Sungai Bengawan Solo.

Menurut Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang Linmas) Kabupaten Madiun, Agus Pramono, untuk sementara yang dilakukan warga dengan petugas yang ada adalah bergotong-royong membersihkan sampah dan memperbaiki rumah warga yang rusak.

"Banjir ini sudah kami antisipasi, sehingga petugas kami langsung cepat berusaha menolong korban di lokasi. Dilaporkan ada tiga rumah rusak, namun kerugian material berapa kami belum bisa menghitung karena masih dalam pendataan," ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menetapkan 10 kecamatan rawan terjadinya banjir, tanah longsor, dan puting beliung pada musim penghujan kali ini. Kepala Sub Bidang Bina dan Perlindungan Masyarakat Bakesbang Linmas

Kabupaten Magetan, Sujilan, menyatakan sepuluh kecamatan rawan bencana tersebut yakni Kecamatan Magetan, Panekan, Plaosan, Parang, Poncol, Takeran, Barat, Sukomoro, Kartoharjo, dan Nguntoronadi. Pada saat curah hujan tinggi, daerah ini rawan terjadi banjir, longsor, dan puting beliung. Oleh karena itu, kami telah mengimbau kepada warga agar lebih waspada," ujarnya.

Dia menyebutkan, pada musim penghujan awal tahun 2009, banjir yang terjadi di tiga desa yakni Desa Ngelang, Jajar, dan Pencol Kecamatan Kartoharjo telah menggenangi sebanyak 309 rumah, 192 hektare sawah, dan menghanyutkan sekitar 7.000 ekor lele milik warga.

Sementara itu, untuk menghindari terjadinya luapan Sungai Bengawan Madiun dan Sungai Bengawan Solo di wilayah Ngawi, para pekerja yang membuat tanggul dan tangkisan air hingga saat ini terus bekerja keras. Para pekerja masih sibuk membuat tanggul di beberapa titik di sepanjang  Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Madiun yang melintas di wilayah Ngawi.

Sementara, debit air Sungai Bengawan Madiun mulai naik sekitar 50-70 sentimeter. Sedangkan, debit air Sungai Bengawan Solo mulai naik sekitar 50-60 sentimeter.
(Muhammad Roqib/Koran SI/ram)

Bagi Pengguna Ponsel, BlackBerry Nikmati Berita Terkini Di http://m.okezone.com
Share
 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?

Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan
o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Rabu, 10 Februari 2010 03:03 wib

    Polisi Selidiki Ledakan Genset RSU Pirngadi

  • Rabu, 10 Februari 2010 02:03 wib

    Pelaku Penembak Polisi Tidak Sendirian

  • Selasa, 09 Februari 2010 22:18 wib

    Parah.. Bapak di Berebes Perkosa Tiga Anaknya

  • Selasa, 09 Februari 2010 21:02 wib

    Berkabung Gempa, Imlek di Padang Tanpa Barongsai

  • Selasa, 09 Februari 2010 20:17 wib

    Motif Penembakan Anggota Polisi Diduga Dendam

  • o3 o4