JAKARTA - Tiga hari belakangan ini masyarakat selalu disuguhi wajah Presiden SBY yang menyampaikan rasa keprihatinannya, karena merasa difitnah oleh sejumlah pihak terkait aliran dana Bank Century.
Berkali-kali SBY menyampaikan pembelaan di hadapan forum publik. Sikap SBY yang sangat reaktif ini dinilai wajar oleh pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan.
Menurutnya, suasana psikologis SBY yang tengah memegang kekuasaan memang sangat sensitif. "Orang kalau semakin banyak harta akan semakin sensitif, begitu juga dengan kekuasaan," ungkap Bakir saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Senin (7/12/2009).
Selain itu, apa yang disampaikannya adalah bentuk pembelaan terhadap pihak-pihak yang menuduh keluarganya dan tim politiknya. "Wajar saja sebagai orang yang merasa tidak melakukannya, oleh karenanya biarlah kita tunggu pembuktiannya. Biarkan DPR dengan hak angketnya dan KPK dengan pengusutannya," tambah dosen UIN ini.
Namun, Bakir menilai, sikap reaktif SBY ini bisa menjadi pertaruhan bagi dirinya dan partainya. Di satu sisi orang akan semakin simpati dengan dirinya, di sisi lain orang menjadi tidak suka dengan pola komunikasi SBY yang selalu menjadi pihak terzalimi. "Ini pertaruhan juga, jangan-jangan justru orang malah tidak simpati," tandasnya.
Sebagiamana diberitakan sebelumnya, setelah aktivis Bendera mengumumkan dugaan aliran dana ke sejumlah orang dekat presiden, SBY langsung menanggapinya. Tidak hanya sekali melainkan berkali-kali. Pertama SBY bersumpah di hadapan ribuan guru yang tengah merayakan HUT PGRI di Tennis Indor Senayan 1 Desember lalu.
Satu hari berselang, di hadapan ratusan peserta Kongres Kowani SBY juga memberikan pembelaan di Istana Negara. Terakhir, dalam acara tasyakuran HUT Partai Demokrat, lagi-lagi SBY menyampaikan dirinya dan partainya tengah difitnah.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.