BANGKALAN - Benda mirip bom mortir ditemukan oleh warga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Arok, Burneh, Bangkalan. Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, benda tersebut diamankan di kantor polisi setempat.
Informasi yang beredar, benda mirip bom tersebut pertama kali ditemukan Holik (24), warga Desa Kapur. Benda tersebut ditemukan saat Holik bersama bapak mertuanya sedang membersihkan tebing yang ada di sekitar kuburan, yang ambruk akibat terkena hujan.
"Benda ini tertimbun tanah yang longsor. Saat dilihat secara seksama ternyata mirip bom, sehingga langsung kami serahkan ke kantor polisi," ujarnya, Senin (7/12/2009).
Kini, benda mirip bom tersebut menurut Holik, berada di kantor Polsek Burneh. Adapun ciri-cirinya, diperkirakan mempunyai panjang sekira 30 sentimeter, berat 25 kilogram dengan diameter sekitar 12 sentimeter. Sementara lapisan luarnya, lebih kelihatan menua dan berkarat.
Diduga kuat, benda tersebut merupakan alat peledak peninggalan zaman Belanda. Adanya penemuan tersebut, membuat warga sekitar sedikit kepanikan karena takut meledak suatu waktu. "Atas saran warga, benda tersebut langsung kami serangkan kepada pihak berwajib," tegasnya.
Secara terpisah, Kapolsek Burneh AKP Irianto menyatakan, memang ada penemuan benda yang mirip mortir. Dia menerangkan, benda tersebut akan diperiksa lebih lanjut oleh tim Jihandak Polda Jawa Timur.
"Kami sudah koordinasi dengan Jihandak Polda Jatim, untuk memeriksa apakah benda ini mortir atau bukan," tegasnya.
(Subairi/Koran SI/teb)