Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Dituding Golkar Dendam

Idrus: Golkar Terlalu Kecil Pikirkan Sri Mulyani

Maria Ulfa Eleven Safa , Jurnalis-Kamis, 10 Desember 2009 |11:03 WIB
 Idrus: Golkar Terlalu Kecil Pikirkan Sri Mulyani
A
A
A

JAKARTA - Ketua Pansus Angket Bank Century yang juga Sekjen Partai Golkar menolak anggapan jika dukungan partai berlambang pohon beringin itu dalam Angket Century, atas dasar dendam lawan politik.

"Jadi terlalu kecil kalau Partai Golkar hanya memikirkan Sri Mulyani. Ini juga sebagai pelecehan kalau Partai Golkar hanya menanggapi dia," tutur Idrus di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/12/2009).

Partai Golkar, lanjut Idrus, saat ini fokus untuk memenangkan pertarungan politik pada 2014 mendatang. "Jangan mikir yang tidak-tidak," tegasnya.

Idrus menambahkan, pansus ini dibuat bukan untuk tendensi apa-apa terhadap Sri Mulyani. "Jadi nanti kalau memang terungkap ada pejabat-pejabat yang bertanggung jawab maka harus diusut," tuturnya.

Namun Idrus menjelaskan, tidak menutup kemungkinan Menteri Keuangan akan dipanggil dalam angket itu. "Dia pasti akan dipanggil. Masak Partai Golkar didirikan hanya untuk mikirin Sri Mulyani," tegasnya.

Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, Sri Mulyani mengatakan ada lawan politik yang berusaha untuk mencegah upayanya mereformasi sistem birokrasi di Indonesia.

Sebelumnya, hubungan Sri Mulyani dan Aburizal Bakrie, kini menjadi Ketua Umum Partai Golkar, dikabarkan sempat memanas. Cerita ini bermula ketika tiba-tiba pasar saham dihentikan beberapa waktu lalu. Padahal alasan penghentian pasar saham hanya dapat dihentikan jika ada kejadian khusus.

Rumor yang beredar, penghentian tersebut hanya untuk melindungi saham-saham yang dimiliki Ical, panggilan Aburizal. Belakangan rumor tersebut belum terbukti.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement