JAKARTA - Isu mistis itu dibantah sejumlah warga dan tokoh yang tinggal di dekat area TPU Malaka Pondok Kopi. Mereka beranggapan wajar saja jika muncul isu itu, pasalnya para pekerja tersebut baru bertugas di proyek BKT.
Warga, para pedagang, dan tokoh yang sudah menghuni sejak puluhan tahun tidak mempercayai isu mistik ini. Pemuka agama setempat, Ustaz Zahrudin, menyatakan kecelakaan yang terjadi di BKT selama ini merupakan kecelakaan wajar dan tidak ada hubungannya dengan hal-hal berbau mistis. "Kecelakaan itu biasa terjadi dalam proyek," komentarnya.
Pria yang dipercaya memimpin selamatan saat proses pemindahan jenazah di TPU Malaka itu, mengaku banyak mengalami pengalaman mengesankan saat proses pembokaran makam. "Ada jenazah yang baunya wangi sekali. Ada juga yang jasadnya masih utuh padahal sudah bertahun-tahun dikubur," paparnya.
Di TPU Malaka-Pondok Kopi sendiri ada 587 unit makam yang dipindahkan ke TPU Pondok Rangon dan Kalisari, Jakarta Timur. Sebanyak 487 di antaranya merupakan jenazah yang diketahui ahli warisnya dan sudah dipindahkan pada 12 hingga 30 Oktober lalu. Sementara 100 lainnya yang tidak diketahui ahli warisnya, dipindahkan pada 9 Desember.
Petugas TPU Malaka, Mahori, menyatakan tidak ada kesan mistik yang mengikuti proses pemindahan jenazah. Pembongkaran dan pemindahan dilakukan secara rapi dan dihadiri para keluarga. Tulang-tulang disusun kembali dan dibungkus dengan kain kafan sebelum dimasukkan ke dalam peti. Semuanya dilakukan dengan kehati-hatian dan diperlakukan dengan sangat layak.
Jumiarti, ketua RT 01/02, Pondok Kopi, juga menyatakan ketidakpercayaannya dengan cerita mistik, apalagi kematian beberapa orang akhir-akhir ini merupakan tumbal. "Tidak ada mistis. Wajar kalau orang meninggal dalam proyek. Itu hanya kecerobohan saja," ucapnya.
(ram)