getting time...

Lagi, TKW asal Brebes Pulang Penuh Luka

Selasa, 29 Desember 2009 01:11 wib

BREBES - Kasus penyiksaan kembali dialami tenaga kerja wanita (TKW). Kali ini menimpa Nani Sugiharti (25), seorang TKW asal Desa Losari Lor RT 6 RW 3, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Korban yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Korma, Arab Saudi itu mengaku dicambuk oleh majikannya Ny Wadhah, di beberapa bagian tubuhnya. Luka bekas cambukan itu masih membekas jelas di punggung korban.

Selain dicambuk dengan tali kabel, putri ke empat dari enam bersaudara pasangan Wakri Samin (60), dan Kamini (57) itu juga sempat dipukuli kepalanya, bahkan selama hampir tiga tahun bekerja dia mengaku tidak digaji.

Gadis tamatan SMP Islam Losari ini, bahkan harus dioperasi di rumah sakit Malik Abdul Aziz, Arab Saudi, karena mengalami patah tulang kaki setelah terjatuh dari lantai tiga saat membersihkan kaca rumah majikannya. Diduga korban saat itu kehilangan konsentrasi karena terus memikirkan bagaimana caranya ke luar dari rumah majikan agar terbebas dari siksaan.

“Saya melamun sehingga terjatuh saat membersihkan kaca di lantai tiga. Saat itu, saya berpikir mencari jalan agar bisa keluar dari rumah majikan,” kata Nani Sugiharti, ditemui di rumah orang tuanya di Desa Losari Lor, Senin (28/12/2009).

Nani menuturkan, siksaan fisik itu hampir dialami setiap hari hingga selama tiga tahun bekerja di rumah Isaf dan Wadhah. Penyiksaan fisik mulai dari tubuh dicambuk hingga kepala dipukul dan dibenturkan ke tembok. “Siksaan ini saya alami hampir setiap hari,” katanya.

Nani mengaku berangkat ke Arab Saudi sebagai PRT pada 7 November 2006 melalui PJTKI PT Sapta Saguna yang beralamat di Tebet, Jakarta Selatan. Sesuai kontrak kerja, Nani hanya bekerja selama dua tahun dengan gaji sebesar 600 riyal per bulan atau setara sekitar Rp1,2 juta per bulan.

“Saya semestinya sudah pulang ke Indonesia pada 7 November 2008. Tapi, pihak majikan tidak mau memulangkan saya. PJTKi juga tidak mau tahu dengan masalah yang saya hadapi,” jelasnya.
(Kastolani/Koran SI/ded)

  • dwi » 0 Tanggapan
    bagaimana org saudi mau menghargai para tkw kalo pihak KBRI sendiri tak mau tau dan nggak menghargai para tkw.saya sendiri ngalami kalo ada perlu ke kedutaan mereka cuh tak acuh.tp klo org saudi dikasih senyum ramah ahlan wasahlan,ditanya kabarnya gmn.bahkan keberada KBRI memiliki kesan bukan tempat yg benar n tepat to mengadu permasalahan para tkw,krn mrk anggap nggak ada gunanya.saya berharap KBRI bisa lebih menghargai n mengayomi para tkw or tkl .thanks
    Beri Tanggapan Laporkan
  • me and friends » 0 Tanggapan
    asslmkm,sbgi org yg bekerja di RS pusat saudi arabia,hal saperti ini srg sy lht danmmg tdk ada phk2 pemerintahan yg peduli,kt jg tdk bs menuntut balik kepada warga ngra saudi krn mmg mereka kebal hukum,ngra mereka sgt kuat menutupi mereka,terlbh mmg embasi indonesia mmg lemah dan bs diktkkan tdk bertaring,setiap korban lari dr majikan pasti akan di bw ke RS pusat tempat sy bekerja,mereka yg kabur biasany tdk mempunyai kartu identitas krn dipegang majikanny,tak jrg TKW yg kabur hrs tdr di koridor RS,wlu kt semaksimal mngkn mengontak embasi tttp sj plg cpt mereka akan dtg menjmpt plg cpt 1 minggu setelah itupun perwt2 indo sendr yg mengontak mereka sampai berkl2,dlm jedah wktu tersbt mereka hrs tdr di kursi besi RS yg dingin,sbgi perwt km tdk bs membantu byk kecuali selimut,pakaian dan mknan,krn kmpun sll diawasi,u para saudaraku yg berniat kerja diluar negri jgn pernah memilih saudi sbg ngra tujuan krn ini merupakan sebrk2ny ngra tempat yg dituju,dtglah ke ngra ini klu mmg mempunyai kemampuan professional dan mampu berbhsa inggris dgn baik,krn klu tdk nyawa saudara bs sj hlg disini,jgn pernah memaksakan dr dan tergiur isu2 yg menggiurkan itu smany adalh bhg belaka
    Beri Tanggapan Laporkan
  • naker » 0 Tanggapan
    Mestinya tugas berat Depnaker/ Disnaker agar memastikan semua TKI yang akan berangkat telah mempunyai Kompetensi memuaskan, agar bisa ngatasi kendala saat di tempat kerja
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ayman » 0 Tanggapan
    aslm, saya ikut prihatin dgn banyak nya kasus penyiksaan di arab saudi karna saya juga sebagai TKL saya mengharapkan KBRI kita yang ada di saudi bisa menbantu tapi nyatanya KBRI kita lemah saya harapkan mdah-mudahan KBRI bisa memperbaiki dan menbantu bagi para TKW dan TKL wsalam.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wong ndeso » 0 Tanggapan
    nasibmu nduk ... ? demi merubah nasib yg lebih baik ...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.