BOGOR - Hanya gara gara meminta gaji sebesar Rp350 ribu yang belum dibayar seorang sopir truk bernama Sudayat (37) dianiaya dua oknum polisi dari polwil bogor hingga babak belur.
Akibat penganiayaan yang dilakukan oknum polisi tersebut warga Bantar Jaya Kecamatan Ranca Bungur, Kabupaten Bogor dirawat di rumah sakit PMI Bogor.
Menurut korban kejadian tersebut terjadi saat korban hendak meminta gaji yang belum dibayarkan oleh CV Alam Subur di kawasan Semplak, Bogor, namun saat meminta gaji datang dua oknum polisi bernama Holidi dan Andre bukannya memberikan gaji, kedua oknum tersebut langsung menganiaya korban.
"Saya langsung dipukul oleh polisi tersebut," ujar Sudayat. Menurut korban penganiayaan dilakukan di dalam ruangan sambil posisi duduk di kursi, beberapa bogem mentah bersarang di tubuhnya.
"Penganiayaan tersebut hampir satu jam lamanya," katanya. Korban juga menambahkan alasan penganiayaan tersebut pelaku menuduh korban telah menghasut teman-teman untuk mogok kerja.
Akibat penganiayaan itu, pihak korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Bogor.
"Saya sudah melaporkan kejadian tersebut ke polisi," kata Sudayat.
Laporan tersebut menurut Sudayat dilakukan agar para pelaku penganiayaan segera di tangkap. Setelah melakukan pelaporan korban langsung melakukan visum di rumah sakit Azra Bogor.
Kejadian penganiayaan terhadap sopir truk tersebut terjadi kemarin siang di kawasan Semplak, Bogor. Saat itu korban hendak menagih gaji sebesar Rp350 ribu yang belum dibayarkan, namum bukannya uang yang diterima namun bogem mentah yang didapat korban. Akibatnya korban babak belur di wajahnya.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.