getting time...

Pesta Tahun Baru Diganti Tahlil Gus Dur

Jum'at, 1 Januari 2010 04:05 wib

GRESIK - Demi mengenang wafatnya KH Abdurahman Wahid, sejumlah kegiatan malam tahun baru di beberapa titik keramaian Gresik dibatalkan. Sebagai gantinya, pemkab maupun panitia kegaitan melakukan tahlil bersama menghormati meninggalnya mantan Presiden RI keempat.  
Diantaranya kegiatan Musik Dangdut Bersama yang direncanakan digelar Dinas Perhubungan di terminal Bunder, Pentas Seni Tradisional yang digelar Semen Gresik di halaman Wisma SG, serta Pesta Rakyat di alun-alun Kabupaten Gresik yang digelar Pemkab. Bahkan, di kantor DPC PKB Gresik hingga PCNU Gresik juga digelar tahlil dan doa bersama.
 
Bukan hanya itu, Bupati Gresik Robbach Ma’sum juga membatalkan agenda tahun baru dengan melakukan safari di sejumlah tempat. Sedianya, bupati bersama muspida Gresik berkeliling kota bersama warganya. Namun, seluruh kegiatan itu dibatalkan dan diganti dengan doa serta tahlil di depan pendopo.
 
"Sesuai imbauan Presiden dan Bupati Gresik, bahwa bangsa Indonesia masih dalam nuansa berkabung, maka maka seluruh acara dibatalkan dan diganti dengan acara religius,” ujar Hari Syawaludin selaku Kabag Humas, Kamis (31/12/2009) malam.
 
Bupati juga menerbitkan surat himbauan No: 330/433/437.14/2009, tertanggal 31 Desember 2009. Surat itu berisi imbauan kepada seluruh masyarakat Gresik untuk memasang bendera setengah tiang selama satu minggu terhitung 31 Desember 2009 sampai 6 Januari 2010.
 
Akibatnya, panitia Pesta Rakyat Pemkab Gresik yang sudah mendirikan panggung dan tenda di tengah alun-alun harus dibatalkan kegiatannya. Segala persiapannya padahal sudah matang, dan tinggal pelaksanaan.
 
Ketua PCNU Gresik Husnul Khuluq menyatakan, bela sungkawa atas meninggalnya mantan Presiden Gus Dur. Ucapan itu juga disampaikan saat memimpin apel PNS Pemkab Gresik. Husnul Khuluk yang juga Sekkab Gresik menyatakan turut berduka, atas meninggalnya Gus Dur.
 
"Gus Dur merupakan aset bangsa, Beliau juga banyak menorehkan sejarah dalam perubahan perbaikan demokrasi di Indonesia,” ujarnya dihadapan seluruh PNS peserta apel kala itu.

(Ashadi Iksan /Koran SI/teb)

Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.