JOMBANG - Ketokohan Gus Dur memang tak diragukan lagi, baik sebagai ulama besar maupun tokoh nasional. Sampai-sampai sebagian masyarakat memujanya dan bahkan meyakini meski telah meninggal namun Gus Dur tetap membawa berkah tersendiri.
Hal ini terlihat dari tingkah laku beberapa pelayat yang mendatangi pusara Gus Dur di Taman Pemakaman Tebuireng, Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
Beberapa di antara mereka berburu bunga duka cita yang dikirimkan untuk mendiang Gus Dur. Salah satunya Nurlaili, pelayat dari Mojokerto. Dia ngambil sedikitnya tiga tangkai bunga dari karangan bunga yang ada.
“Biar dapat berkahnya Gus Dur, taruh di rumah biar anak saya ketularan kayak Gus Dur”, katanya di lokasi, Jumat (1/1/2010).
Kebanyakan dari pelayat merupakan warga luar kota sekitar Jombang. Menurut pengakuan, mereka sengaja datang di hari setelah pemakaman untuk menghindari kepadatan massa saat pemakaman kemarin.
Untuk diketahui, Gus Dur dimakamkan di sebelah utara makam KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama dan pendiri Ponpes Tebuireng yang juga merupakan kakek Gus Dur. Bergandengan dengan makam K.H. Hasyim Asy’ari adalah makam Nyai Nafidoh, istri KH Hasyim Asy’ari.
Di tempat tersebut juga dimakamkan ayah Gus Dur, KH Wahid Hasyim. Makam Gus Dur juga diteduhi oleh tiga pohon palem yang berdiri di sekitar liang lahat. (lsi)
(Ahmad Dani)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.