JAKARTA - Melalui juru bicaranya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku tidak tahu-menahu soal pengadaan mobil dinas baru bagi para menteri dan pejabat negara. Padahal, mobil sebanyak 79 unit itu menyedot anggaran negara.
"Itu konyol, masa SBY nggak tahu?" keluh pengamat politik Universitas Indonesia Prof Iberamsjah saat berbincang dengan okezone, Rabu (6/1/2010).
Menurut dia, tidak mungkin Presiden tidak mengetahui pengadaan mobil mewah bagi para menteri itu. "Ini negara abal-abal," tegasnya.
Selain itu, para menteri dan pejabat negara seharusnya mengembalikan mobil tersebut karena terlalu mewah. Hal itu seperti yang dilakukan Wakil Ketua DPD La Ode Ida, beberapa hari lalu.
Para pejabat di lingkungan lembaga penegak hukum seperti Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menurut dia, pasti akan mengembalikan mobil seharga maksimal Rp1,3 miliar itu.
"Cukup dikasih mobil sekelas Daihatsu Terios, setingkat di atas Avanza saja," guraunya.
(lam)