JAKARTA - Politisi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengklarifikasi secara langsung pengadaan mobil dinas baru para menteri. Tjahjo menyayangkan sikap cuek Yudhoyono yang mengaku tak tahu menahu soal kehadiran mobil mewah tersebut.
Ketidaktahuan Presiden soal pengadaan mobil dinas seperti diungkapkan juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, menurut Tjahjo tak masuk akal. "Tidak mungkin Presiden tidak tahu. Tentunya beliau mengikuti dan mendapatkan laporan dari keputusan pemerintahannya," kata Tjahjo saat berbincang dengan okezone di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/1/2010).
Karenanya, Tjahjo meminta Yudhoyono mengklarfikasi secara langsung pemberian mobil dinas untuk jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II. "Apakah juru bicara dapat perintah langsung dari Presiden, atau jubir menyampaikan pernyataannya tanpa konfirmasi terlebih dulu," tandasnya.
Senada dengan Tjahjo, anggota Komisi Hukum DPR Akbar Faizal juga menyayangkan sikap Presiden. Baginya, kepala pemerintahan semestinya bersikap arif dan bijaksana dalam melaksanakan tugas. Ketidaktahuan Yudhoyono, sambung politisi Hanura ini bisa merusak citra Presiden sebagai pemegang mandat rakyat. "Hal ini bisa saja kita baca sebagai ketidakpedulian Presiden dengan rasa keadilan rakyat yang terkoyak," pungkas dia.
Pengadaan mobil mewah bermerek Toyota Crown Saloon itu sempat menimbulkan protes dari masyarakat. Sejumlah pihak menyatakan mobil mewah tersebut tidak pantas diberikan ke pejabat negara karena kondisi perekonomian rakyat sampai saat ini masih terpuruk. Teranyar, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Ode Ida mengembalikan mobil dinas ke Sekretariat Negara. (frd)
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.