JAKARTA - Di tengah ribuan peserta tahlilan 40 hari wafatnya mendiang KH Abdurrahman wahid, putri almarhum, Yenny Wahid membeberkan wasiat Gus Dur agar umat agama Islam selalu melindungi agama atau kepercayaan lain.
"Islam sebagai agama yang mayoritas harus bisa menjadi pelindung bagi yang lain, itulah wasiat utama Gus Dur," ujarnya di kediaman Keluarga Besar Gus Dur, Jalan Warung Sila X Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu (7/2/2010) malam.
Menurut Yenny, wafatnya Gus Dur, berarti kehilangan orang yang sering memberikan pelindungan untuk menjalankan agama dan kepercayaan bagi kaum minoritas. Bagi masyarakat Papua, Gus Dur adalah pahlawan yang mengembalikan harga diri mereka dengan mengizinkan pemakaian nama Papua dan pengibaran bendera Bintang Kejora.
Tak hanya itu, lanjut Yenny, bagi kaum Nahdliyin, Gus Dur juga sebagai orang yang membuat NU sebagai kekuatan penopang di Indonesia maupun dunia internasional. Bagi warga miskin pun, kata Yenny, Gus Dur adalah pemberi perlindungan dan pengayoman.
"Gus dur selalu percaya seorang pemimpin adalah bayangan Allah di dunia, hanya kalau mereka bisa melindungi semua orang, seolah tidak ada yang ditakuti. Karena Gus Dur cuma takut Allah, hanya ingin ridha Allah bukan populatitas. Dan itu diterjemahkan dengan cara gitu aja kok repot," katanya.
Gus dur, imbuh lulusan Harvard University ini, juga selalu mengajarkan, benamkan dirimu dalam kekosongan yang artinya, jika melakukan sesuatu tidak untuk mengharapkan apa pun, termasuk, pangkat, popularitas.
"Semua diterima Gus Dur, baik yang memberi atau mengkhianati. Seperi itulah Gus Dur. Keikhlasan beliau terlihat dalam beberapa tahun dia sakit, tapi enggak pernah mengeluh. Dia bilang kalau ngeluh artinya dia tidak rela dengan takdir Allah," ucapnya.
“Cita-cita Gus Dur menjadikan Indonesia sejahtera, aman dalam keyakinan, di mana semua orang bisa beribadah dalam keyakinannya masing-masing," pungkasnya.(ded)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan