Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BPOM Kembali Temukan Jajanan Berbahaya di Sekolah

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Jum'at, 12 Februari 2010 |13:44 WIB
BPOM Kembali Temukan Jajanan Berbahaya di Sekolah
Beberapa sampel makanan berbahaya (Foto: Koran SI)
A
A
A

JAKARTA - Pengawasan terhadap jajanan berbahaya di sejumlah Sekolah Dasar (SD) terus dilakukan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Dari pengujian di enam ibukota Provinsi, BPOM masih menemukan 30 persen jajanan berbahaya di warung dan kantin sekolah yang tak layak dikonsumsi.

Demikian disampaikan Kepala BPOM Kustantina dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Percetakan Negara, Jakarta, Jumat (12/2/2010).

"Kami melakukan pengambilan sample dan kajian terhadap bahan berbahaya yang dilarang untuk dimakan seperti Formalin, Boraks, Kromadin, dan Metanil,”. Ujar Kustantina dikantornya Jakarta (12/02/10).

Menurut dia, bahan makanan tersebut antara lain terdapat pada beberapa jenis jajanan seperti kerupuk, mie bakso, dan saos.

"Kami juga melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dan pihak sekolah untuk melakukan informasi dan edukasi (kepada para pedagang),” imbuh Kusntantina.

Sebelumnya, pada akhir Juli 2009, BPOM juga mendapatkan temuan bahwa 40 persen jajanan di kantin SD, di seluruh Indonesia tidak memenuhi syarat dan mengandung bahan tambahan pangan berbahaya.

Bahan tambahan pangan berbahaya yang dipakai umumnya adalah formalin, boraks, siklamat, methanil yellow, rodhamin B, atau pewarna tekstil.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement