MAKASSAR - Menjelang pembukaan Muktamar NU di Makassar, Ketua Tanfidziyah PBNU Dr KH Said Aqil Siradj, MA didampingi beberapa kiai bersilaturahmi dengan kiai-kiai Nahdlatul Ulama dan beberapa tokoh Sulawesi Selatan sekaligus berziarah ke leluhur masyarakat Makassar.
Tujuan pertama menuju kediaman KH Sanusi Baco, ulama kharismatik NU di Makassar yang juga sahabat karib Gus Dur semasa menuntut ilmu di Mesir. Dalam kunjungannya, Kiai Said secara khusus menyampaikan rasa hormat dan bersyukur atas antuasisme masyarakat Sulawesi Selatan menyambut Muktamar ke-32 NU.
“Apresiasi masyarakat Sulawesi Selatan terhadap Muktamar NU perlu kita syukuri. Inilah potret hakiki masyarakat kita yang sangat menjunjung tinggi akhlakul karimah,” tegas keponakan almarhum Kiai Mahrus Lirboyo Kediri, di Makassar, Senin (22/3/2010).
Sementara itu Kiai Sanusi Baco menyambut hangat kehadiran Kiai Said di kediamannya untuk yang kesekian kalinya itu. Pertemuan yang diagendakan tepat pukul 09.30 WIT cukup akrab dan keduanya terlibat perbincangan yang cukup serius meski dibumbui guyonan khas nahdliyin. Kiai Sanusi Baco menjelaskan pentingnya kesuksesan Muktamar, baik lahiri maupun batini.
“Muktamar ini sudah kita persiapkan dengan maksimal dan kita berharap menghasilkan sesuatu yang positif bagi warga nahdliyin dan masyarakat luas,” tukasnya.
Pertemuan pun berakhir pada pukul 10.30 WIT dan dilanjutkan dengan perjalanan menuju komplek makam Syaikh Yusuf yang berlokasi di Jalan Syekh Jusuf, tepatnya di perbatasan antara Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. “Ziarah ke makam itu salah satu tradisi NU yang perlu dilestarikan, saya ke sini untuk berdoa kepada Allah Swt untuk tuanta salamaka (syekh yang diberkahi), sekaligus tawassul dan mengharapkan berkah tuanta salamaka agar Muktamar NU berjalan dengan baik dan sukses,” ucap Said Aqil Siradj.
Perjalanan dilanjutkan ke masjid Katangka, masjid tertua yang didirikan oleh Abdul Makmur, salah seorang kiai dari Minangkabau yang melakukan syiar Islam di Sulawesi Selatan. Rasa terima kasih dan penghormatan masyarakat Makassar terhadap para ulama dapat dibuktikan dengan gelar yang diberikan kepada Abdul Makmur, yaitu Dato Ri Bandang atau Daeng Bandang. Kemudian menuju komplek makam raja-raja Gowa, Kiai Said berdoa di makam Sultan Hasanuddin, Sultan Alaudin, dan Raja Tallo.
(M Budi Santosa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.