BANDUNG – Makmun Suhendar (12) terpaksa harus dirawat intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dia diduga menjadi korban kekerasan As, guru pendidikan agama di sekolahnya sendiri, SD Cikudayasa, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru.
Sang ibu, Ny Popon (38), menceritakan kronologi kejadian yang menimpa anaknya. Ditemui di kamar 5 Kelas III RSHS, Ny Popon mengatakan, kekerasan yang dialami anaknya terjadi pada Selasa 31 Agustus lalu saat dia sedang mengikuti pelajaran agama yang diajarkan As.
"Saat sedang mengantre untuk dinilai, tiba-tiba Makmun ditarik tangannya. Dia jatuh menimpa temannya. Bukannya kasihan, anak saya malah ditendang berkali-kali," tutur Ny Popon saat ditemui wartawan di RSHS.
Tendangan As mendarat di bagian kaki, pinggang dan punggung Makmun. Saat kejadian, korban malah ditertawakan teman-temannya. "Saya tahu kejadiannya justru dari teman-teman anak saya yang datang nengok ke rumah. Katanya, Makmun ditendang karena disangka mau kabur dari ruangan kelas, karena posisi berdirinya yang tepat di depan kelas," ujarnya.
Sejak kejadian itu, kata Ny Popon, Makmun menjadi pemurung dan tidak mau makan. Selain itu, kata dia, anaknya juga sama sekali tidak mau keluar rumah dan mengaji di madrasah.
(ram)