JAKARTA - Kelompok para habib (Habaib) yang tergabung dalam Rabithah Alawiyah meminta Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak pemerintah untuk melakukan antisipasi terkait rencana pembakaran Alquran di Amerika Serikat.
Hal itu disampaikan Ketua Rabithah Alawiyah Habib Zein bin Smith ketika menerima silaturahim Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan pengurus PKS, Selasa (7/9/2010) di kantor Rabithah Alawiyah, Jakarta.
Sebagai anggota koalisi dalam pemerintahan, Rabhitoh Alawiyah mengharapkan PKS berperan besar untuk mengingatkan Pemerintah atas dampak yang mungkin timbul dari peristiwa tersebut.
“Perisitiwanya memang jauh di Amerika, tapi umat Islam di mana pun, termasuk Indonesia tidak akan rela kitab sucinya dibakar. Jika Pemerintah tidak mengantisipasi, dikhawatirkan akan muncul sentimen-sentimen agama yang merusak keharmonisan kehidupan beragama,” kata Habib Zein.
Menanggapi permintaan tersebut, Luthfi Hasan Ishaaq mengatakan pihaknya sudah membicarakan hal itu dengan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa maupun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Mudah-mudahan Pemerintah Indonesia segera meresposnnya, dan mendesak Pemerintah AS untuk mencegah tindakan provokasi seperti itu,” jelas Luthfi.
Kepada Pemerintah AS, Lutfhi juga mengingatkan, tindakan provokasi seperti itu justru akan meningkatkan sentimen anti-AS di berbagai belahan dunia. Karena itu, sebisa mungkin Pemerintah AS harus mencegah agar tindakan kurang terpuji itu tidak dilakukan warganya.
Sementara kepada umat Islam Indonesia, baik PKS maupun Rabithah Alawiyah mengimbau untuk menjaga suasana tenang dan tidak melakukan tindakan sendiri-sendiri yang kontraproduktif.
Rencana pembakaran Alquran dicetuskan Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida, AS, dan dipelopori Terry dan Sylvia Jones. Kampanye dalam rangka memperingati sembilan tahun tragedi serangan 11 September (9/11).
(ton)