BOJONEGORO - Tiga pelajar SMA Katolik St Louis Cepu tewas tertabrak Kereta Api (KA) Argo Bromo di Jembatan Dengok-Cepu, tepatnya di Desa Dengok, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Tiga korban tewas yakni Yohanes (17), asal Desa/Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah, Eko Prasetyo Efendi (18), asal RT 04 RW 01, Desa Dengok, Kecamatan Padangan, Bojonegoro, dan Tutik Purwati (18), asal Desa Sorogo, Cepu, Blora, Jawa Tengah. Selain itu, seorang korban selamat yakni Bella (17), asal Desa Kampung Baru, Cepu, Blora, Jawa Tengah. Mereka semua duduk di kelas 12 IPS SMA Katolik St Louis Cepu.
Menurut David (17), teman sekelas korban, saat itu keempat temannya usai menjalani ujian semester gasal dan langsung bermain ke rumah Eko Prasetyo Efendi yang ada di Desa Dengok, Padangan. Lokasi rumah Efendi hanya berjarak sekira 10 meter dari rel KA. Sekira pukul 10.00 WIB, mereka berencana kembali ke Cepu namun melewati jalan rel kereta api.
Sampai di jembatan rel Dengok-Cepu di atas Sungai Bengawan Solo, keempat pelajar yang masih memakai seragam itu tetap berjalan sambil bercanda. Mereka melewati jembatan sepanjang 300 meter tersebut. Namun, nahas saat berada di tengah jembatan, tiba-tiba dari arah timur muncul KA Argo Bromo dengan nomor lok CC 20319 melaju dengan kencang. KA Argo Bromo itu dimasinisi oleh M As’ad dan co masinis Samsul Hadi.
“Mereka terjebak di tengah jembatan itu dan tidak sempat menyelamatkan diri. Akhirnya, KA langsung menyambar tiga teman kami, sementara Bella berhasil selamat,” tutur David saat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangan.
Ketiga korban langsung tewas seketika dengan kondisi mengenaskan. Mereka mengalami luka berat di bagian kepala, tangan, dan dada. Sementara, Bella yang selamat mengalami syok berat melihat teman-temannya tewas.
Tak berselang lama, warga sekitar langsung berdatangan ke lokasi kejadian. Sementara, warga lainnya langsung menghubungi pihak Polsek Padangan. Ketiga jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Padangan untuk dilakukan autopsi. Sementara, Bella langsung dibawa keluarganya pulang ke rumah untuk ditenangkan. Usai kejadian itu, Bella belum bisa dimintai keterangan.
Usai diautopsi di RSUD Padangan, ketiga jenazah korban langsung dibawa oleh keluarga masing-masing. Duka terasa menyelimuti keluarga Eko Prasetyo Efendi di Desa Dengok, Padangan. Teman-teman sekolah korban dan sanak kerabat terlihat berdatangan ke rumah keluarga korban. “Saya sungguh tak menduga, anak saya akan pergi meninggalkan kami secepat itu,” ujar Gunowo (55), orangtua korban.
Kapolsek Padangan, Kompol Kholil menyatakan telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi. Selain itu, pihaknya juga sudah meminta keterangan masinis KA Argo Bromo, M As’adi dan co masinis, Samsul Huda. “Kami masih menyelidiki kejadian kecelakaan ini,” ujarnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.