DEPOK – Cinta abadi yang dijalin oleh dua insan yakni Bacharuddin Jusuf Habibie dan Ainun Habibie terbingkai dalam sebuah kisah manis yang tertoreh di dalam buku Habibie & Ainun.
Cinta keduanya tak pernah mati hingga akhir hayat, meskipun ajal menjemput Ainun lebih dulu. Air mata mewarnai setiap lembar buku Habibie & Ainun yang ditulis sendiri oleh mantan Presiden Indonesia ketiga tersebut.
Buku setebal 323 halaman tersebut diluncurkan sejak Oktober 2010 silam dan hingga kini laku keras di setiap toko buku. Salah satunya yang terjadi di Toko Buku Gunung Agung, Margo City, Depok. Habibie bahkan rela meluangkan waktunya hanya untuk menandatangani 500 buku satu per satu.
Habibie juga berfoto dan berdialog bersama para penggemarnya yang kagum terhadap kisah cinta Habibie dan Ainun. Habibie mengaku senang hasil karyanya tersebut dapat dibaca oleh banyak orang dan mengilhami setiap pembaca. “Rupanya buku saya merangsang yang membeli si pembaca, dan menginspirasi banyak orang,” katanya kepada wartawan, Sabtu (26/2/2011) malam.
Namun Habibie mengaku enggan bercerita seputar bukunya. Habibie hanya meminta untuk setiap orang langsung membaca bukunya agar dapat menginterpretasikan secara pribadi. “Coba saja tanya pembaca langsung, paling baik jangan tanya sama Habibie. Sama pembaca, bacalah,” tegasnya.
Buku Habibie & Ainun ditulis pasa kepergian Ainun Habibie yang meninggal akibat kanker usus. Buku tersebut berisi seputar suka-duka dan perjalanan cinta Habibie dan Ainun sejak pertama kali bertemu hingga akhirnya dipisahkan oleh maut.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.