tragedi sukhoi

'Uya Emang Kuya," Lolos Sensor Salahkan KPI & LSF

Taufik Hidayat - Okezone
Minggu, 27 Maret 2011 09:03 wib

JAKARTA- Anggota DPR RI Komisi X, Eko Hendro Pumomo menilai tayangan program hipnotis 'Uya Emang Kuya' yang di kritik banyak pihak merupakan kelalaian Lembaga Sensor Film (LSF) dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Dia mengatakan seharusnya dua lembaga tersebut dapat menyensor tayangan yang dinilai menyalahi aturan.
 
"Penyensoran harusnya ada komunikasi dari lembaga sensor film. Jadi tidak salah progam
 
'Uya Emang Kuya' ditayangkan, karena lembaga sensor sudah melakuan tugasnya menyaring tayangan tersebut. Masyarakat yang mengkritik atau MUI harus melihat
ke lembaga sensor, Uya tidak salah dalam hal ini," katanya saat dihubungi okezone, Sabtu (26/3/2011)
 
Eko yang biasa dipanggil Eko Patrio menambahkan tayangan televisi yang tidak berbau sara, melanggar etika sosial seharunya mendapat pengawasan dari KPI, jangan sampai masyarakat yang mengkritik tayangan. KPI dan LSF bertugas menyaring tayangan televisi sehingga dapat menjadi tayangan yang bermutu.
 
"Berkali-kali tayangan tersebut di tayangkan tidak ada masalah hingga ratusan episode. Kalau sudah menjadi tontonan KPI harusnya bertindak sekareng udah berapa ratus episode KPI mendiamkannya,"tandasnya.

(ahm)

  • made » 0 Tanggapan
    setuju,,,semua koruptor,,di hipnotis penggalian kebenarannya,,biar terungkap dengan gamblang,,kalau bisa siarkan secara langsung di tv..kenapa kalangan nggak ngerti,,kan yang di lakukan uya,,untuk meringakan unek2 yang selama ini di pendam di hati ..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • DeWanto » 0 Tanggapan
    Bravo...!! buat Uya Emang Kuya. Terus tingkatkan dan berbenah diri dalam isi dan kualitas tayangan. Masyarakat msh cinta acara tsb. krn kita haus pembelajaran yg jujur dan positif (tdk munafik) yg bisa diambil dr pengalaman org lain. Jujur..., acara tsb. bisa diambil hikmah positifnya dan positifnya bisa dijadikan pembelajaran kita dari pengalaman org lain tsb. Org bisa sukses & baik krn pernah belajar dari pengalamannya sendiri atau dr cerminan pengalaman org lain (baik pengalaman positif (baik) atau negatif (buruk)), apakah kita itu sbg orang awam, pejabat, ulama, pemuka agama, dsb. Kita pasti pernah merasakan dan mengalaminya. BETUL TIDAK ?! Skrg bgm dg iklan yg sangat VULGAR & SYUR (tampak auratnya)... knapa gak dihebohkan/dipermasalahkan...??? Utk UYA... teruslah maju dan berbenah diri... SUKSES SELALU BUAT "UYA EMANG KUYA"
    Beri Tanggapan Laporkan
  • baday » 0 Tanggapan
    betul....coba smua anggota DPR. DI HIPNOTIS....pasti smua terbongkar siapa yg main uang.korupsi.... jangan 2 mereka itu takut klo di hipnotis uya ........
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Cecilia » 0 Tanggapan
    anggota DPRnya takut, kalo2 diusulkan supaya uya menghipnotis anggota2 DPR dan ditanyain satu2 mengenai kasus korupsi. mari, dukung pengusutan kasus dengan metoda hipnotis!! biar terungkap smuanya!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • asep » 0 Tanggapan
    uya emang kuya ok coy
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.