tragedi sukhoi

Bambang Soesatyo Tolak Minta Maaf ke Mendag

Ferdinan - Okezone
Jum'at, 20 Mei 2011 15:17 wib
Bambang Soesatyo (dok.okezone)
Bambang Soesatyo (dok.okezone)

JAKARTA- Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo menolak meminta maaf kepada Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. Alasannya, Bambang bersikukuh tidak pernah menyinggung etnis tertentu saat mengkritik kinerja Marie Elka.

"Saya kan tidak bicara sara atau rasis. Kok minta maaf? Justru saya akan dorong Komisi VI  DPR untuk melakukan evaluasi atas kebijakan-kebijakan Menteri Perdagangan Marie Pangestu yang diduga telah merugikan kepentingan industri nasional dan perdagangan dalam negeri," kata Bambang kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (20/5/2011).

Bambang sebelumnya telah meluruskan maksud dari pernyataannya dalam diskusi di ruang wartawan DPR kemarin. "Saya sampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan Mari Pangestu (pemerintahan SBY) yang lebih pro China. Ketimbang kepentingan rakyat Indonesia. Jadi sebenarnya, bukan soal rasis," jelasnya.

Sebelumnya kritik meluncur ke Bambang yang duduk di Komisi Hukum DPR. Wakil Ketua DPR Anis Matta menyebut pernyataan Bambang tidak etis. "Enggak boleh harusnya anggota DPR tidak mengkritik begitu. Tentu dalam mengkritisi harus berdasar fakta. Jadi tidak etis kalau seperti itu," kata Anis.

Sementara politisi Partai Demokrat Ramadhan Pohan mendesak Bambang meminta maaf kepada Mendag termasuk keturunan Tionghoa.

"Partai Golkar harus menegur serius Bambang Soesatyo supaya minta maaf atas kekhilafannya. Jika teguran tak ada, itu berarti Golkar sama saja melindungi kader rasis," ujar Ramadhan terpisah.
(ugo)

  • oscar64 » 0 Tanggapan
    tidak perlu minta maaf. itu tidak ada yg salah biarlah dia sendiriyg menilai apakah pantas seorang yg duduk ditempat terhormat itu layak dan tidak layak!!!!! kayak penghibur banyolan rendahan.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • oscar64 » 0 Tanggapan
    tidak perlu minta maaf biarlah dia sendiri yg menilainya.apakah pernyataan itu pantas dan tidak pantas dan layak tidak layaknya kualitas seorang bamsat duduk ditempat yg terhormat.!!!!!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • SURO » 0 Tanggapan
    NYATAI AJA BOS...KOK DIALIKAN SARANYA...YG PENTING...MASALAHNYA DULU... MENPERINDAG NYA TUCH.....MEMBUAT NEGARA JD HANCUR....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • marwan suwanto » 0 Tanggapan
    maksud "nenek moyang" itu apa dong?Memang nenek moyang kamu dr mana?apa kamu kagak belajar sejarah?gitu kok bisanya jadi anggota DPR.Memang betul kata Gus Dur,DPR kayak TK.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • joe » 0 Tanggapan
    Itu sebenarnya urusan Politik Antara Golkar dengan Kabinet SBY, cuma sangat Tidak Profesional dalam urusan Politik sampai membawa masalah Nenek Moyang di dalam pertarungan Politik.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.