tragedi sukhoi

Repdem: Demokrasi Pasca Reformasi Masih Prosedural

Rizka Diputra - Okezone
Minggu, 22 Mei 2011 21:14 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Ketua Umum Repdem, yang juga mantan aktivis 98 Masinton Pasaribu menyayangkan makin kacaunya situasi saat ini, meski sudah 13 tahun reformasi berjalan.

"Refleksi reformasi itu ada beberap yang harus kita apresiasi, sesuai UU kebebasan itu kebebasan berserikat, berpendapat. Tapi bagi kami yang mencita-citakan perubahan benar bangsa ini, itu saja tidak ckup. Kami ingin situasi yang lebih baik karena tujuan demokrasi harus ciptakan kesejahteraan rakyat,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Doekoen Cofee, Jakarta, Minggu (22/5/2011).

Menurut Masinton, rakyat yang sudah 13 tahun lepas dari rezim Orde Baru kini justru terkungkung pada rezim otoriter gaya baru. Demokrasi yang berjalan saat ini masih dalam tataran prosedural.

“Ada pemilu, parpol, ada parlemen agak kritis, tapi belum beranjak pada demokrasi yang substantif. Demokrasi prosedural melahirkan para bandit. Reformasi saat ini berada dititik nadir, bagi kami ini harus didorong maju," ujarnya.

(ded)