JAKARTA - Pidato kenegaraan mantan Presiden BJ Habibie pada peringatan Hari Kelahiran Pancasila, Rabu (1/6/2011) siang, menuai sanjungan. Salah satunya mengenai kritik bahwa Pancasila bukanlah milik satu rezim tertentu.
Namun, mantan Menristek yang lebih banyak menghabiskan waktunya di Jerman ini menolak menyampaikan sindiran apalagi kritik. “Itu kan sesuai dengan realitas,” ujarnya seusai acara.
Terkait pidatonya yang masih berapi-api, Habibie menegaskan, hal itu karena dirinya selalu menjaga kebugaran dengan tidak pernah melupakan olahraga, meski usianya yang sudah hampir genap 75 tahun. “Saya renang tiap hari, makanya enerjik,” tegasnya.
Pidato Habibie bertema “Reaktualisasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” ini antara lain menegaskan bahwa Pancasila bukanlah milik sebuah rezim pemerintahan. Dia mengingatkan agar terus melakukan reaktualisasi pemahaman dan demitosifikasi pancasila.
“Pancasila bukan milik sebuah orde lama, orde baru atau orde manapun. Sebuah orde akan menjadi masa lalu tapi Pancasila akan mengiringi perjalanan bangsa selama Indonesia ada. Memang pancasila pernah dijadikan alat orde baru tapi tidak perlu ikut dipersalahkan. Reaktualisasi dan demitosifikasi pancasila secara bersamaan," demikian sekelumit pernyataan Habibie dalam pidatonya.
(Dede Suryana)